Makassar – Ratusan warga memadati gedung DPRD Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Sabtu (30/8/2025) siang, sehari setelah gedung tersebut dibakar massa pengunjuk rasa.
Pantauan sekitar pukul 13.00 Wita, warga terlihat mengais sisa-sisa besi dari puing bangunan maupun kendaraan yang hangus terbakar.
Sementara itu, ratusan personel TNI berjaga di sekitar lokasi untuk mengamankan area.
Petugas pemadam kebakaran juga masih melakukan pendinginan di beberapa ruangan, dibantu alat berat yang dikerahkan untuk mengevakuasi rangka mobil.
“Yang tidak berkepentingan silakan meninggalkan lokasi. Kami mau sterilkan karena masih berbahaya, jangan sampai ada sisa api,” ujar salah seorang petugas menghimbau warga.
Berdasarkan data, total 68 mobil berbagai jenis dan 15 sepeda motor ludes terbakar dalam amukan massa di halaman DPRD Makassar. Seluruh fasilitas di dalam gedung pun ikut habis dilalap api.
Kasi Ops Damkarmat Makassar, Andi Muhammad Cakrawala, mengatakan pihaknya mengerahkan sekitar 40 armada dengan total 250 personel untuk memadamkan api di tiga titik berbeda.
“Lokasi operasi pemadaman di DPRD Makassar, DPRD Sulsel, dan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel,” kata Cakrawala.
Kerusuhan pada Jumat (29/8/2025) malam juga menelan korban jiwa. Tiga orang dinyatakan tewas akibat terjebak api maupun melompat dari gedung DPRD Makassar.
Mereka adalah:
1. Syaiful, Kasi Kesra Kecamatan Ujung Tanah, tewas usai melompat dari lantai empat.
2. Muh Akbar Basri, staf Humas DPRD Makassar, ditemukan tewas diduga terjebak api.
3. Sarina, ajudan salah seorang anggota DPRD Kota Makassar, juga ditemukan tewas karena terjebak api.
Kepala Bappeda Kota Makassar, Dahyal, membenarkan adanya korban dalam peristiwa tersebut. Tragedi itu terjadi ketika gedung DPRD Makassar tengah menggelar rapat paripurna yang dihadiri Wali Kota Makassar. (MA)