MAKASSAR, RastraNews.id – Prosesi pengukuhan wisuda tahun 2026 ITB Nobel Indonesia, dijadwalkan hadir dua kepala daerah, yakni Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif dan Bupati Teluk Bintuni, Papua Barat, Yohanis Manibuy.
Kehadiran keduanya sekaligus menjadi momentum untuk meneguhkan dan melanjutkan kerja sama antara Nobel Indonesia dengan pemerintah daerah masing-masing.
Dalam laporan akademik tersebut, pihak kampus juga menyampaikan satu agenda penting sekaligus mengajak masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam program yang tengah dikembangkan.
Nobel Indonesia telah menuntaskan pembahasan kerja sama dengan Help University, salah satu perguruan tinggi yang dikenal sebagai institusi unggulan di kawasan Asia, khususnya pada bidang Psikologi, Manajemen dan Bisnis, serta Teknologi Informasi.
Saat ini, Help University menempati peringkat ke-46 dalam World University Rankings for Innovation (WURI).
“Insya Allah mulai tahun ajaran baru mendatang, Nobel Indonesia bersama Help University akan membuka program double degree. Mahasiswa yang mengikuti program ini nantinya akan memperoleh dua gelar dan dua ijazah sekaligus, yaitu Sarjana Manajemen dari Nobel Indonesia dan Sarjana Psikologi Bisnis dari Help University,” ujarnya.
Menurutnya, kesediaan perguruan tinggi bertaraf internasional untuk menjalankan program double degree bersama juga menjadi bentuk pengakuan terhadap kualitas kurikulum dan proses pembelajaran di Nobel Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Nobel Indonesia juga mewisuda 252 lulusan program Sarjana dan Magister yang seluruhnya telah memiliki PIN ijazah.
Hal itu menandakan dokumen kelulusan mereka telah tervalidasi dan diakui secara resmi dalam sistem pendidikan nasional.
Dengan tambahan lulusan tersebut, jumlah alumni Program Sarjana ITB Nobel Indonesia hingga saat ini mencapai 2.049 orang, sedangkan alumni Program Magister tercatat sebanyak 3.318 orang.
Secara keseluruhan, total alumni Nobel Indonesia telah mencapai 5.367 orang. []

