Rastranews.id, Palopo — Wakil Wali Kota Palopo Akhmad Syarifuddin secara resmi membuka kegiatan Pelayanan Penukaran Uang Terpadu SERAMBI 2026 di halaman belakang Kantor Wali Kota Palopo, Kamis (5/3/2026) kemarin.
Program tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kota Palopo dan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka menyediakan layanan penukaran uang bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Kegiatan bertajuk “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah” ini menjadi bagian dari program nasional Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026, yang menghadirkan layanan penukaran uang rupiah dalam jumlah cukup dan berkualitas selama periode Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Ricky Satria, mengatakan pelaksanaan layanan penukaran uang di Palopo merupakan langkah perluasan layanan BI yang sebelumnya terpusat di Makassar.
“Ini pertama kalinya layanan penukaran uang terpadu seperti ini dilaksanakan di luar Kota Makassar. Selama ini kegiatan serupa hanya berlangsung di Makassar dan sekitarnya, namun tahun ini kami memperluas ke lima kabupaten/kota, salah satunya Kota Palopo,” ujar Ricky.
Menurutnya, perluasan layanan tersebut bertujuan memudahkan masyarakat di daerah dalam memperoleh uang pecahan baru menjelang Idulfitri, mengingat tradisi berbagi uang saat Lebaran masih sangat kuat di Indonesia.
“Melalui program SERAMBI 2026, kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan uang rupiah yang layak edar dan berkualitas. Ini juga bagian dari upaya menjaga kelancaran distribusi uang selama Ramadan dan Idulfitri,” jelasnya.
Ricky menambahkan, dalam layanan tersebut masyarakat juga dapat menukarkan uang pecahan Rp75.000 tanpa harus melalui aplikasi pemesanan seperti pada beberapa layanan penukaran sebelumnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Palopo Akhmad Syarifuddin menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang telah mempercayakan Kota Palopo sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan layanan penukaran uang terpadu tahun ini.
“Atas nama Pemerintah Kota Palopo, kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Palopo sebagai lokasi pelaksanaan program ini. Ini menjadi amanah sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk mendukung kelancaran kegiatan,” kata Akhmad Syarifuddin.
Ia menilai momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat menghadirkan layanan tersebut karena tingginya kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan untuk berbagai aktivitas selama bulan suci.
“Pada bulan Ramadan, animo masyarakat untuk menukarkan uang sangat tinggi. Kehadiran layanan ini tentu sangat membantu masyarakat sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi aktivitas ekonomi di Kota Palopo,” ujarnya.
Selain itu, Akhmad Syarifuddin juga mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Palopo untuk mulai memaksimalkan penggunaan sistem pembayaran digital, khususnya QRIS, guna memperluas akses transaksi non-tunai.
“Kami berharap pelaku UMKM di Palopo bisa terus diedukasi untuk memanfaatkan pembayaran digital seperti QRIS. Sebagai kota jasa, Palopo memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi digital,” tuturnya.
Ia juga meminta pihak perbankan untuk memberikan dukungan lebih luas kepada pelaku UMKM agar lebih mudah mengakses layanan keuangan.
“Banyak masyarakat yang memiliki produk dan potensi usaha yang baik, namun masih kesulitan mengakses layanan perbankan. Kami berharap perbankan dapat membantu mempermudah akses tersebut,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan cendera mata apresiasi dari Bank Indonesia kepada Pemerintah Kota Palopo. Selain itu, Pemerintah Kota Palopo bersama Bank Indonesia turut memberikan penghargaan kepada sepuluh perbankan di Kota Palopo sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dalam mendukung layanan penukaran uang kepada masyarakat.

