RastraNews.id, Makassar — Ketua Komisi C DPRD Makassar, Azwar Rasmin, mengungkapkan persoalan sampah dan kompensasi bagi warga penyangga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa masih menjadi aspirasi dominan masyarakat saat pelaksanaan reses di Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kecamatan Manggala dan Panakkukang.

Hal tersebut disampaikan Azwar Rasmin usai menyerap aspirasi warga di sejumlah kelurahan penyangga TPA Tamangapa, yakni Kelurahan Bangkala, Kelurahan Tamangapa, dan Kelurahan Manggala.

“Di Dapil IV khusus Kecamatan Manggala, persoalan sampah masih menjadi pertanyaan paling sering dari masyarakat, terutama soal regulasi retribusi sampah yang diharapkan bisa digratiskan,” ujar Azwar Rasmin saat diwawancarai di Kantor DPRD Makassar, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, warga yang tinggal di sekitar kawasan TPA berharap adanya perhatian dan kompensasi lebih dari pemerintah karena selama ini merasakan langsung dampak aktivitas pembuangan sampah kota.

Ia mengatakan, usulan pembebasan retribusi sampah bagi warga Kecamatan Manggala telah beberapa kali disampaikan, meski hingga kini masih menjadi pembahasan di tingkat pemerintah kota.

“Kalau memang belum bisa digratiskan untuk seluruh Kecamatan Manggala, minimal tiga kelurahan penyangga TPA itu yang diberikan kebijakan khusus,” kata legislator PKS itu.

Selain persoalan sampah, warga juga menyampaikan keluhan terkait pengaturan lalu lintas di kawasan sekitar TPA yang dinilai semakin padat akibat aktivitas kendaraan pengangkut sampah.

Azwar menyebut persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius agar kenyamanan dan keselamatan masyarakat sekitar tetap terjaga.

Dalam reses tersebut, masyarakat juga banyak mempertanyakan kelanjutan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Tamangapa.

“Banyak warga bertanya apakah PSEL jadi atau tidak di Manggala. Saya sampaikan bahwa kondisi terakhir tentu kita berpijak pada keputusan nasional yang telah ditetapkan pemerintah pusat,” jelasnya.

Ia berharap Pemerintah Kota Makassar dapat mendengar aspirasi masyarakat penyangga TPA, terutama terkait kompensasi dan peningkatan kualitas lingkungan di kawasan tersebut.

Menurut Azwar, warga yang tinggal di sekitar TPA memiliki kontribusi besar terhadap pengelolaan sampah Kota Makassar sehingga sudah seharusnya mendapat perhatian lebih dari pemerintah. (*)