RastraNews.id, Makassar — Perasaan cemas dan kebingungan saat harus mendampingi keluarga berobat di Makassar kini tak lagi dirasakan oleh sebagian warga Luwu Timur. Kehadiran rumah singgah gratis yang disediakan Pemkab Lutim menjadi solusi nyata bagi mereka yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama proses pengobatan.
Salah satu warga yang merasakan langsung manfaat program ini adalah Jumati, warga Kecamatan Wasuponda. Ia datang ke Makassar untuk mendampingi bapak mertuanya yang dirujuk dari RS Primaya Sorowako ke RS Wahidin.
“Awalnya kami bingung karena tidak punya tempat tinggal. Tapi kami mendapat kabar dari keluarga bahwa Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati menyiapkan rumah singgah untuk warga Luwu Timur,” tuturnya saat ditemui di lokasi rumah singgah, Senin (13/4/2026).
“Di sini kami langsung direspons dengan baik dan diperbolehkan tinggal. Kami sudah tinggal sejak hari Sabtu sampai sekarang, dengan fasilitas lengkap seperti kamar mandi, kulkas, pemanas nasi dan air, tempat tidur, TV, hingga lemari pakaian. Semua gratis,” tambah Jumati.
Rumah singgah yang terletak di Jalan Jalur Lingkar Barat, Tamalanrea Indah, Makassar, ini berada dekat dengan RS Wahidin, sehingga memudahkan akses bagi keluarga pasien yang sedang menjalani pengobatan rujukan.
Hal serupa juga dirasakan oleh Matriel Sanco’o (66), warga Desa Tampinna, Kecamatan Angkona. Ia telah dua minggu tinggal di rumah singgah tersebut untuk mendampingi anaknya yang akan menjalani operasi di Makassar.
“Saya sebelumnya dari RS Wotu dan dirujuk ke Makassar. Selama di sini, saya tinggal di rumah singgah dengan fasilitas lengkap, ada tempat tidur, kamar mandi, dan semuanya gratis. Kami sangat bersyukur atas bantuan ini,” tuturnya.
Ia bahkan mengaku sempat bertemu langsung dengan Bupati Luwu Timur untuk menyampaikan kondisi anaknya.
“Saya sempat bertemu dengan Bapak Bupati dan meminta bantuan untuk anak saya. Alhamdulillah, dari berobat di RS Wotu sampai di RS Unhas ini, semua gratis. Kami minta doa semoga Bapak Bupati dan ibu Wakil Bupati selalu sehat,” tambahnya penuh harap.
Josua, anak dari Matriel Sanco’o, juga mengaku merasa aman selama mendampingi proses operasi adiknya di Makassar.
“Selama kurang lebih dua minggu di Makassar, kami difasilitasi rumah singgah secara gratis tanpa biaya sedikit pun. Fasilitasnya lengkap, mulai dari alat memasak, AC, hingga kamar mandi. Harapan kami, program ini terus berlanjut. Terima kasih Pak Bupati dan Ibu Wakil Bupati Luwu Timur,” pungkas Josua.
Program rumah singgah ini memang dirancang untuk membantu warga Luwu Timur yang menjalani rujukan medis ke Makassar. Selain gratis, fasilitas yang disediakan juga cukup lengkap, sehingga keluarga pasien hanya perlu membawa kebutuhan pribadi.
Plt. Direktur RSUD I Lagaligo, dr. Irfan, menjelaskan bahwa layanan rumah singgah ini mulai berjalan sejak 1 April 2026.
“Untuk sementara per hari ini kami menyediakan 3 kamar hunian. Untuk kedepan kita akan menambah sesuai kebutuhan pasien,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Ia menambahkan, rumah singgah diperuntukkan bagi pasien rujukan asal Luwu Timur dengan masa tinggal yang fleksibel.
“Untuk batas waktu tinggal, sementara kita tidak membatasi selama pasien masih dirawat itu masih bisa tinggal di rumah singgah yang telah kami sediakan,” jelas dr. Irfan.
Kehadiran rumah singgah ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak warga, terutama mereka yang harus menjalani pengobatan dalam waktu lama di luar daerah. Di tengah beban biaya dan tekanan emosional, fasilitas ini menjadi tempat beristirahat sekaligus sumber harapan bagi keluarga pasien.

