RastraNews.id, Palopo – Wali Kota Palopo, Hj. Naili Trisal, menghadiri penyerahan E-Pas Kecil bagi nelayan di wilayah Kota Palopo yang berlangsung di Gedung Ratona Kantor Wali Kota Palopo, Senin (11/5/2026).

Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat legalitas kapal nelayan kecil sekaligus meningkatkan keselamatan pelayaran dan perlindungan hukum bagi masyarakat pesisir.

Kegiatan ini digelar Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, khususnya Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas nasional Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menuju Indonesia Emas 2045.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Ir. Samsuddin, menjelaskan bahwa program Gerai E-Pas Kecil menjadi salah satu langkah pemerintah dalam membangun sektor kelautan dari desa dan wilayah pesisir.

Menurutnya, masyarakat nelayan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional melalui berbagai program pemberdayaan, termasuk modernisasi kapal penangkap ikan dan penguatan administrasi kapal nelayan.

“Kegiatan penyelenggaraan Gerai E-Pas Kecil ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap program prioritas Asta Cita, termasuk meningkatkan keselamatan pelayaran bagi masyarakat nelayan,” ujarnya.

Program serupa sebelumnya juga telah dilaksanakan di sejumlah daerah seperti Juwana, Sorong, Batam, serta berbagai wilayah lain melalui Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Wali Kota Palopo, Hj. Naili Trisal, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan RI atas perhatian dan dukungan terhadap masyarakat nelayan di Kota Palopo.

Ia menegaskan bahwa penyerahan E-Pas Kecil bukan sekadar administrasi, tetapi bentuk kehadiran negara dalam memberikan kepastian hukum dan perlindungan kepada nelayan.

“E-Pas kecil menjadi identitas dan legalitas kapal. Dengan dokumen ini, kapal nelayan lebih mudah terdata, lebih tertib secara administrasi, dan memiliki dasar perlindungan hukum yang lebih kuat,” kata Naili.

Menurutnya, nelayan memiliki peran strategis sebagai penjaga ketahanan pangan, penggerak ekonomi pesisir, sekaligus penopang kehidupan masyarakat di wilayah pantai.

Karena itu, Pemerintah Kota Palopo berkomitmen mendorong sektor kelautan dan perikanan agar semakin tertib, aman, produktif, dan berkelanjutan.

“Kota Palopo memiliki posisi strategis di kawasan Teluk Bone dengan potensi kelautan yang besar. Ke depan, kita ingin menjadikan kawasan pesisir sebagai teras depan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Naili juga meminta perangkat daerah terkait terus melakukan pendataan, pembinaan, serta memperkuat koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan instansi teknis lainnya agar pelayanan kepada nelayan semakin mudah dan akuntabel.

Ia turut mengimbau para nelayan agar menjaga dan memanfaatkan E-Pas Kecil dengan baik sebagai bagian dari budaya tertib administrasi dan keselamatan pelayaran.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Perkapalan dan Kepelautan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI, unsur Forkopimda Kota Palopo, pejabat vertikal, kepala unit pelaksana teknis pelabuhan wilayah Palopo, Luwu dan Wajo, serta para nelayan dan pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan.