Rastranews.id, Palopo – Di tengah dinamika aksi demonstrasi yang terjadi secara bergilir di wilayah Luwu Raya, Wali Kota Palopo, Hj. Naili Trisal, mengambil langkah cepat dengan menggelar Forum Diskusi Bersama di Lantai 3 Kantor Wali Kota Palopo, Selasa (10/2/2026).

Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan dan ekonomi Kota Palopo, terutama menjelang Bulan Suci Ramadan.

Dalam diskusi itu, mencuat kekhawatiran atas aksi demonstrasi yang menuntut pemekaran Provinsi Luwu Raya dan disertai penutupan sejumlah ruas jalan. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap distribusi logistik dan pergerakan ekonomi masyarakat.

Penutupan jalan dan aksi lock down menyebabkan arus barang tersendat. Akibatnya, pasokan berkurang sementara permintaan tetap tinggi. Situasi ini berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palopo, inflasi diprediksi akan meningkat dalam waktu dekat, khususnya di wilayah Kota Palopo. Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat umat Muslim sebentar lagi memasuki bulan Ramadan—periode dengan kebutuhan konsumsi yang cenderung meningkat.

Dalam forum tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa demonstrasi merupakan hak konstitusional masyarakat. Namun ia berharap seluruh pihak tetap menjaga ketertiban umum serta kelancaran lalu lintas.

“Silakan menyampaikan aspirasi, tetapi jangan sampai merugikan masyarakat luas, khususnya warga Kota Palopo,” menjadi semangat yang disuarakan dalam diskusi tersebut.

Forum Diskusi Bersama ini turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Palopo, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Palopo, para kepala OPD terkait, serta para rektor universitas dan perguruan tinggi se-Kota Palopo.

Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan komitmen bersama untuk mencari solusi konstruktif atas situasi yang berkembang, sekaligus memastikan stabilitas keamanan dan ekonomi tetap terjaga.

Melalui forum ini, Pemerintah Kota Palopo berharap tercipta langkah-langkah konkret dan kolaboratif demi melindungi kepentingan masyarakat, terutama dalam menghadapi momentum Ramadan yang semakin dekat. (rls)