RastraNews.id, Luwu Timur — Sektor pariwisata mulai menempati posisi strategis dalam arah pembangunan Kabupaten Luwu Timur.

Di bawah kepemimpinan Bupati, Irwan Bachri Syam, berbagai langkah pembenahan terus dilakukan guna menjadikan daerah ini sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Sulawesi Selatan.

Fokus pengembangan tidak hanya pada promosi, tetapi juga penataan kawasan, peningkatan fasilitas, hingga jaminan keamanan bagi wisatawan.

Salah satu kawasan yang mendapat perhatian khusus adalah pesisir Danau Matano. Pemerintah daerah melakukan pembenahan infrastruktur, termasuk penataan kafe dan vila di sepanjang pesisir agar lebih tertata dan menarik secara visual.

Tak hanya itu, aspek keselamatan juga menjadi perhatian serius. Pada momen libur Lebaran Maret 2026, Bupati turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi destinasi wisata, seperti Pantai Molino, Pantai Ide, dan Pantai Salonsa.

Sejumlah langkah konkret pun diambil, mulai dari penyediaan pembatas area berenang, khususnya bagi anak-anak, hingga penyiagaan tim medis di lokasi wisata guna memastikan keamanan pengunjung.

Untuk mempercepat pengembangan sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur juga aktif membangun komunikasi dengan pemerintah pusat.

Melalui sejumlah pertemuan dengan kementerian terkait, pemerintah daerah mendorong pengembangan destinasi baru sekaligus penataan kawasan pesisir yang masuk dalam kawasan strategis pariwisata.

Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung serta meningkatkan daya saing pariwisata daerah.

Di sisi promosi, Luwu Timur mengandalkan keunikan alam yang dimilikinya, khususnya konsep “Tiga Danau” yang terdiri dari Danau Matano, Danau Towuti, dan Danau Mahalona.

Ketiga danau tersebut diproyeksikan sebagai destinasi wisata tektonik kelas dunia, yang dipadukan dengan potensi wisata bahari dan budaya lokal.

Konsep ini diharapkan mampu memberikan pengalaman wisata yang lebih lengkap bagi pengunjung, sekaligus memperkuat identitas Luwu Timur sebagai “Bumi Batara Guru”.

Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengembangan pariwisata. Berbagai kegiatan seperti aksi bersih kawasan danau rutin dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Selain itu, penetapan batas sempadan danau juga dilakukan dengan melibatkan masyarakat setempat, agar pembangunan yang dilakukan tetap selaras dengan kepentingan warga.

Dengan langkah-langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur optimistis sektor pariwisata akan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah, sekaligus membuka peluang baru bagi kesejahteraan masyarakat. (*)