RastraNews.id, Tolitoli – Harga bahan pangan menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido turun langsung ke Pasar Susumbolan, Tolitoli, Sabtu (8/8/2026) pagi, untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan tidak menekan daya beli masyarakat.
Reny bersama Bupati Tolitoli H. Amran Hi. Yahya tiba di pasar sekitar pukul 06.30 WITA. Mereka tidak hanya melihat kondisi lapak pedagang, tetapi juga mengecek langsung harga dan ketersediaan sejumlah komoditas yang paling dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Beras, minyak goreng, telur, daging, ikan, hingga sayuran menjadi komoditas yang dipantau.
Ketua DPRD Tolitoli Hj. Sriyanti Dg. Parebba dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tolitoli turut mendampingi sidak tersebut.
Di tengah aktivitas jual beli yang mulai ramai, Reny berdialog langsung dengan para pedagang. Pemerintah ingin mengetahui kondisi pasar dari sumber paling dekat, termasuk pergerakan harga, ketersediaan barang, hingga daya beli konsumen.

Reny mengatakan sidak dilakukan sebagai langkah antisipasi agar persoalan harga tidak berkembang menjadi beban bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan tidak ada kelangkaan dan tidak ada harga yang memberatkan masyarakat. Pemerintah akan terus memantau pasar agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi daerah dapat dikendalikan,” ujar Reny.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Susumbolan masih berada dalam batas kewajaran. Stok komoditas juga disebut aman dan aktivitas distribusi berjalan lancar.
Namun, pemerintah tidak ingin kondisi tersebut membuat pengawasan dilonggarkan.
Pemprov Sulteng bersama Pemkab Tolitoli dan TPID akan terus melakukan pemantauan secara berkala untuk mendeteksi lebih awal apabila terjadi kenaikan harga maupun gangguan pasokan.
Bupati Tolitoli Amran Hi. Yahya menegaskan pemerintah kabupaten siap memperkuat koordinasi dengan Pemprov Sulteng.
“Kami akan rutin melakukan pemantauan bersama TPID agar harga di pasaran tetap terkendali dan masyarakat tidak dirugikan,” tegas Amran.
Sidak tersebut menjadi pengingat bahwa pengendalian inflasi bukan semata persoalan angka statistik. Di tingkat pasar, inflasi langsung berkaitan dengan kemampuan masyarakat membeli kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, pemerintah memastikan pengawasan terhadap harga pangan akan terus dilakukan, terutama untuk menjaga agar harga tetap wajar, stok tersedia, dan daya beli masyarakat tidak tergerus.

