RastraNews.id, Jakarta — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bergerak cepat memperjuangkan dukungan pembiayaan pusat untuk sejumlah proyek strategis daerah yang dinilai berpotensi menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., memimpin langsung audiensi bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas di Menara Bappenas, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi awal antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Kementerian PPN/Bappenas yang sebelumnya dilakukan Gubernur Sulawesi Tengah pada Januari 2026.
Dalam audiensi itu, Pemprov Sulteng memaparkan sejumlah proyek strategis daerah yang membutuhkan dukungan pembiayaan pemerintah pusat, mulai dari hilirisasi kelapa dalam, pengembangan industri tuna-cakalang-tongkol (TCT), wisata bahari, hingga pengembangan rumput laut.
Turut hadir Staf Khusus Menteri PPN/Kepala Bappenas Sukmo Harsono, Tenaga Ahli Menteri Frans B.M. Dabukke, Prof. Bayu Dwi Apri Nugroho, serta sejumlah kepala daerah dan OPD dari Kabupaten Banggai Laut, Banggai Kepulauan, Parigi Moutong, dan Donggala.
Dalam paparannya, Wagub Reny menegaskan bahwa proyek-proyek tersebut bukan sekadar program daerah, tetapi bagian dari strategi besar Sulawesi Tengah untuk mempercepat pembangunan ekonomi berbasis potensi unggulan daerah.
“Pelaksanaan proyek-proyek strategis ini merupakan langkah percepatan pembangunan daerah sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah,” kata Reny.
Menurutnya, audiensi dengan Bappenas menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh usulan daerah dapat terintegrasi dengan prioritas pembangunan nasional sehingga memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
“Audiensi ini penting untuk menindaklanjuti arahan dan klarifikasi teknis terkait mekanisme penganggaran serta sinkronisasi proyek daerah dengan prioritas nasional agar pelaksanaannya optimal dan akuntabel,” jelasnya.
Reny mengungkapkan, seluruh usulan proyek strategis Sulawesi Tengah telah masuk dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 sesuai Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025, serta telah diselaraskan dengan RPJMD Sulawesi Tengah 2025–2029.
Karena itu, Pemprov Sulteng berharap pemerintah pusat dapat segera memberikan dukungan pembiayaan agar proyek-proyek tersebut bisa direalisasikan dalam waktu dekat.
“Usulan kami sudah memenuhi persyaratan perencanaan pembangunan. Kami berharap ini dapat diikuti dengan dukungan alokasi anggaran dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah hilirisasi kelapa di Kabupaten Parigi Moutong yang diproyeksikan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi hingga 3,3 kali lipat dibanding penjualan bahan mentah.
Selain itu, pengembangan kawasan industri perikanan tuna, cakalang, dan tongkol di Donggala, Parigi Moutong, dan Banggai Laut juga dinilai berpotensi memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai salah satu sentra perikanan nasional.
Pemprov Sulteng optimistis proyek-proyek strategis tersebut akan membuka lapangan kerja baru, memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, serta meningkatkan kontribusi Sulawesi Tengah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Ini bukan hanya tentang pembangunan daerah, tetapi bagaimana Sulawesi Tengah bisa menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia timur,” pungkas Reny.

