RastraNews.id, Donggala – Jarak kehamilan yang terlalu dekat tidak hanya berkaitan dengan perencanaan keluarga. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko kesehatan ibu dan anak serta menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan stunting.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido saat menghadiri Intensifikasi Pelayanan KB Wilayah Khusus Tahun 2026 di Pelabuhan Wani, Kabupaten Donggala, Senin (28/9/2026).

Reny mengingatkan pasangan usia subur untuk memahami risiko 4T, yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat jarak kehamilan, dan terlalu banyak jumlah anak.

“Risiko 4T perlu menjadi perhatian bersama karena dapat berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan anak, termasuk dalam upaya pencegahan stunting,” ujar Reny.

Capaian KB Masih Perlu Diperkuat

Data pendataan keluarga berencana di Donggala menunjukkan capaian Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) berada di angka 45,93 persen. Sementara itu, angka unmet need mencapai 21,85 persen.

Angka tersebut menunjukkan masih adanya kebutuhan untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelayanan KB dan kesehatan reproduksi.

Karena itu, pelayanan KB dinilai tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas kesehatan yang menunggu kedatangan masyarakat. Pelayanan perlu dilakukan secara aktif dengan mendatangi wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan akses.

Konsep tersebut diterapkan melalui tim pelayanan bergerak di wilayah khusus.

Di Pelabuhan Wani, misalnya, pelayanan didukung mobil unit pelayanan KB serta kapal Rumah Sakit dr. Lie Dharmawan Bayan Peduli milik Yayasan DokterSHARE.

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka bersama Wagub Reny turut meninjau langsung sarana pelayanan kependudukan dan KB tersebut.

Pelayanan bergerak diharapkan dapat mendekatkan layanan kontrasepsi dan kesehatan reproduksi kepada masyarakat yang selama ini menghadapi kendala geografis maupun akses fasilitas kesehatan.

Pemerintah berharap penguatan pelayanan KB tersebut dapat membantu menekan risiko kehamilan berisiko tinggi, meningkatkan kesadaran terhadap risiko 4T, serta mendukung upaya pencegahan stunting di Sulawesi Tengah dan Indonesia.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara Nuryamin, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Donggala Isngadi, Direktur Bina Pelayanan KB Wilayah Khusus Kemendukbangga/BKKBN Farah Adibah, Direktur Rumah Sakit Kapal dr. Lie Dharmawan Bayan Peduli Yayasan DokterSHARE, serta unsur pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.