Rastranews.id, Palu — Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, mengajak masyarakat memperkuat kesadaran keluarga berencana melalui slogan “Dua Anak Lebih Sehat” sebagai langkah membangun generasi berkualitas di Sulawesi Tengah.
Ajakan itu disampaikan Reny saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) 2026 di Hotel Gransya, Kamis (12/3/2026).
“Dua anak lebih sehat dan lebih baik. Berencana itu keren,” ujar Reny dalam sambutannya.
Menurutnya, penerapan prinsip dua anak dalam keluarga memberi ruang bagi orang tua untuk lebih optimal memenuhi kebutuhan kesehatan, pendidikan, dan gizi anak. Dengan pola pengasuhan yang lebih terencana, peluang anak tumbuh sehat sekaligus terhindar dari stunting juga dinilai semakin besar.
Dalam upaya percepatan penanganan stunting, Reny juga menekankan pentingnya integrasi dua instrumen pengukuran, yakni Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan sistem elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM).
Ia menilai pemanfaatan e-PPGBM sangat penting untuk pencatatan data anak di posyandu maupun puskesmas sehingga pemantauan kasus stunting dapat dilakukan secara rutin setiap bulan.
“Dengan data yang lebih terintegrasi, intervensi program bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran,” katanya.
Reny juga mengingatkan bahwa penilaian terhadap kasus stunting tidak seharusnya hanya bertumpu pada indikator tinggi badan anak. Menurutnya, sejumlah faktor lain juga harus menjadi perhatian, seperti berat badan di bawah ideal, respon motorik yang lemah, kemampuan konsentrasi yang rendah, hingga daya tahan tubuh yang buruk sehingga anak lebih rentan terserang penyakit.
“Melihat stunting bukan hanya dari faktor tinggi badan, tetapi juga dari faktor-faktor lain,” tegasnya.
Selain itu, Reny mendorong pendekatan kunjungan langsung ke rumah keluarga sasaran intervensi stunting yang telah terdata dalam sistem e-PPGBM namun jarang datang ke posyandu atau puskesmas. Langkah ini dinilai penting agar proses pemantauan dan pencatatan tidak terhambat serta memastikan program intervensi berjalan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Reny juga mengapresiasi sejumlah program unggulan BKKBN Perwakilan Sulawesi Tengah yang dinilai sejalan dengan program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, yakni Berani Sehat dan Berani Cerdas.
Salah satu program yang mendapat perhatian adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang mendorong kolaborasi lintas sektor dalam menekan angka stunting.
“Saya harap kepala OPD ikut Genting,” ujarnya, mengajak para pimpinan perangkat daerah berperan sebagai orang tua asuh dalam program pencegahan stunting.
Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pelaksanaan program Bangga Kencana antara BKKBN Perwakilan Sulawesi Tengah dengan sejumlah mitra kerja sebagai upaya memperkuat sinergi dalam pembangunan keluarga berkualitas.
Rakorda tersebut juga dihadiri secara daring oleh Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN, Wahidin. Turut hadir Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah Tenny Calvenny Soriton, Kepala Dinas P2KB Sulawesi Tengah Herry Mulyadi, unsur Forkopimda, perwakilan organisasi masyarakat, organisasi profesi kesehatan, serta mitra kerja terkait.

