Rastranews.id, Palu — Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido membuka sekaligus memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Ruang Polibu Kantor Gubernur, Rabu (14/1/2026).
Rapat strategis tersebut dihadiri perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah, unsur Forkopimda, kepala OPD, instansi vertikal, serta pejabat teknis terkait.
Dalam arahannya, Reny Lamadjido menegaskan bahwa HLM bukan sekadar agenda rutin, melainkan forum kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
“Ini adalah forum strategis untuk menjaga stabilitas harga, daya beli masyarakat, dan ketahanan ekonomi daerah,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama lintas sektor, bukan hanya pemerintah daerah.

“Pengendalian inflasi adalah kerja kolektif semua pihak,” ujarnya.
Wagub juga mengapresiasi kinerja TPID yang dinilai mampu menjaga stabilitas harga di tengah dinamika ekonomi.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati sejumlah langkah strategis untuk pengendalian inflasi, antara lain memastikan ketersediaan stok pangan, mengoptimalkan cadangan pangan melalui koordinasi dengan Bulog, serta menggelar operasi pasar murah yang tepat sasaran.
Selain itu, pemerintah juga akan mengantisipasi gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem, memperkuat sistem pemantauan harga harian berbasis digital, serta meningkatkan komunikasi publik guna mencegah panic buying.
Reny berharap seluruh rekomendasi yang dihasilkan dalam HLM dapat segera ditindaklanjuti secara konkret dan dimonitor secara berkala agar upaya pengendalian inflasi berjalan efektif dan berkelanjutan.

