RastraNews.id, Makassar — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan tidak akan ada pengadaan kendaraan dinas baru di lingkup Pemerintah Kota Makassar sepanjang tahun 2026.

Keputusan ini diambil sebagai bagian dari kebijakan efisiensi anggaran dan pengalihan belanja daerah ke program yang lebih berdampak langsung bagi masyarakat.

“Saya sampaikan tidak ada pengadaan kendaraan dinas baru. Saya sendiri masih menggunakan mobil listrik Hyundai Ioniq 5 keluaran 2023,” ujarnya di Balai Kota Makassar, Rabu (15/4/2026).

Selain itu, Munafri juga menyebut masih tersedia kendaraan operasional lain seperti Toyota Alphard keluaran 2022 yang dapat digunakan tanpa harus melakukan pembelian baru.

Menurutnya, kondisi kendaraan dinas yang ada saat ini masih sangat layak dan memadai untuk menunjang aktivitas pemerintahan.

“Kalau masih bisa dipakai, tidak perlu belanja baru. Kita fokus pada kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Anggaran yang sebelumnya berpotensi digunakan untuk pengadaan kendaraan dialihkan ke berbagai program prioritas, seperti pendidikan, perbaikan infrastruktur hingga lorong permukiman, pemberdayaan ekonomi, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan.

Munafri menilai langkah ini penting untuk memastikan belanja daerah benar-benar tepat sasaran dan tidak digunakan untuk hal yang tidak mendesak.

“Kita harus bijak. Prioritas utama adalah kesejahteraan masyarakat, bukan fasilitas pejabat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, penggunaan kendaraan listrik dinilai lebih efisien karena tidak bergantung pada bahan bakar minyak, serta didukung fasilitas perawatan yang memadai di Kota Makassar.

“Kendaraan ini nyaman dan efisien untuk aktivitas di dalam kota,” katanya.

Munafri memastikan kebijakan ini berlaku untuk seluruh jajaran, termasuk kepala dinas, sebagai bentuk komitmen bersama dalam pengelolaan anggaran yang lebih bertanggung jawab.

“Tahun ini tidak ada pengadaan mobil dinas, baik untuk Wali Kota, Wakil Wali Kota, maupun kepala OPD,” tegasnya. (mu)