RastraNews.id, Luwu Timur – Kesuksesan penyelenggaraan Lomba Perahu Naga dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Luwu Timur mendorong pemerintah daerah untuk menjadikannya sebagai agenda tahunan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Parmudora) Kabupaten Luwu Timur, Muhammad Safaat, usai penutupan perlombaan yang berlangsung di Sungai Malili, Selasa (2/6/2026).

Menurut Safaat, tingginya antusiasme peserta dan masyarakat selama tiga hari pelaksanaan menjadi alasan kuat agar event tersebut terus digelar setiap perayaan HUT Luwu Timur.

“Rencana perahu naga ini akan menjadi event tahunan pada HUT Lutim, dan kita berharap dengan adanya agenda ini bisa berdampak baik kepada UMKM di Lutim,” kata Safaat.

Ia mengungkapkan, selain menjadi sarana pelestarian olahraga tradisional, lomba perahu naga memiliki potensi besar dalam menggerakkan sektor ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selama pelaksanaan lomba sejak 31 Mei hingga 2 Juni 2026, kawasan Sungai Malili dipadati masyarakat yang datang menyaksikan pertandingan. Kondisi tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap aktivitas perdagangan dan usaha masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Safaat juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta, panitia, aparat keamanan, serta masyarakat yang telah mendukung jalannya kegiatan hingga berlangsung aman dan lancar.

“Alhamdulillah seluruh rangkaian lomba berjalan lancar, aman, dan bahagia,” ujarnya.

Pada pelaksanaan tahun ini, tim PPS 27 Patande dari Kecamatan Malili berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih tim Ayam Nakal Burau, sementara juara ketiga bersama ditempati tim Bersama Orion Malili dan Granat Malili.

Para pemenang memperoleh hadiah pembinaan dengan total puluhan juta rupiah. Tim PPS 27 Patande menerima hadiah Rp15 juta ditambah bonus Rp5 juta dari Bupati Luwu Timur. Sementara juara kedua mendapatkan hadiah Rp10 juta dan bonus Rp5 juta, sedangkan dua tim juara ketiga masing-masing menerima Rp7 juta serta tambahan bonus Rp2 juta.

Safaat berharap penyelenggaraan Perahu Naga ke depan dapat dikemas lebih besar sehingga mampu menarik peserta maupun pengunjung dari berbagai daerah dan semakin memperkuat posisi Luwu Timur sebagai destinasi wisata olahraga dan budaya di Sulawesi Selatan. (*)