RastraNews.id, Makassar — Pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat program sosial dan pendidikan sebagai fokus utama organisasi.

Hal itu diungkapkan pengurus usai pelantikan pengurus PSMTI Sulsel, Ketua 24 Kabupaten/Kota se-Sulsel, Perwanti Sulsel, Ikatan Koko Cici (IKOCI) Sulsel, serta pengurus PSMTI tingkat kecamatan se-Kota Makassar, di Hotel Maleo Makassar, Sabtu (31/1/2026).

Ketua PSMTI Sulsel, Thiawudy Wikarso, menegaskan bahwa kepengurusan periode ini pada prinsipnya melanjutkan kerja-kerja organisasi sebelumnya, dengan menuntaskan program yang belum optimal dijalankan.

“Kalau pembentukan struktur, ini sebenarnya sudah lama berjalan. Pelantikan ini lebih kepada formalitas. Sejak beberapa waktu lalu kami sudah mulai bekerja, hanya saja kegiatannya lebih banyak bersifat internal dan menyesuaikan dengan imbauan pemerintah,” ujar Thiawudy.

Ia menekankan bahwa tidak ada perubahan arah besar dalam kepengurusan PSMTI Sulsel. Fokus organisasi tetap pada sektor pendidikan dan sosial, sejalan dengan peran PSMTI sebagai mitra strategis pemerintah.

“Di bawah kepengurusan kami, PSMTI Sulsel melanjutkan apa yang sudah dilakukan sebelumnya. Apa yang belum sempat dikerjakan, itu yang kami coba selesaikan sekarang. Untuk program baru, saya kira tidak terlalu banyak, karena kami memang fokus di pendidikan dan sosial,” jelasnya.

Menurut Thiawudy, PSMTI sebagai organisasi kemasyarakatan memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat dan memberikan kontribusi nyata, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan.

“PSMTI ini kan memang mitra pemerintah. Jadi apa yang bisa dikerjasamakan, terutama untuk kegiatan sosial, itu yang menjadi perhatian kami,” katanya.

Di hari yang sama, PSMTI Sulsel juga menggelar rapat kerja daerah (Rakerda) untuk memetakan program dari masing-masing bidang. Rapat ini bertujuan menyelaraskan kebutuhan di lapangan dengan kapasitas organisasi.

“Rakerda ini bertujuan untuk menangkap program dari setiap bidang. Masing-masing bidang akan menyampaikan apa yang ingin dilakukan, lalu kami susun prioritasnya,” ujar Thiawudy.

Salah satu agenda terdekat yang telah disiapkan adalah kegiatan bakti sosial dalam rangka perayaan Imlek, yang akan melibatkan yayasan sosial, tokoh masyarakat, serta komunitas Tionghoa di Sulawesi Selatan.

“Kegiatan Imlek nanti akan kami manfaatkan sebagai momentum kepedulian sosial dan silaturahmi. Ini sudah menjadi tradisi PSMTI untuk berbagi dengan masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Thiawudy menjelaskan bahwa pembentukan kepengurusan PSMTI hingga tingkat kecamatan dan kabupaten/kota menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan pelayanan organisasi.

“Dengan struktur sampai ke kecamatan, kami bisa lebih dekat dengan masyarakat. Pendataan warga yang membutuhkan bantuan juga akan lebih cepat dan lebih akurat,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris PSMTI Sulsel, Hendrik, mengungkapkan bahwa saat ini PSMTI Sulsel tengah menjalankan program bedah rumah bagi warga prasejahtera di Kota Makassar.

“Saat ini ada dua unit rumah yang sedang kami renovasi. Satu di wilayah Rappocini dan satu lagi di Jalan Gunung Merapi. Targetnya bisa selesai dalam dua hingga tiga minggu ke depan,” ungkap Hendrik.

Selain program bedah rumah, PSMTI Sulsel juga tengah memprogramkan kursus bahasa Mandarin yang terbuka untuk masyarakat umum.

“Peserta kursus tidak dibatasi hanya warga Tionghoa. Siapa pun yang ingin belajar bahasa Mandarin kami persilakan. Ini bagian dari kontribusi kami di bidang pendidikan,” jelasnya.

Ketua Harian PSMTI Sulsel, Saiman Sutanto, menambahkan bahwa PSMTI Sulsel juga telah menjalin kerja sama dengan Universitas Ciputra Makassar, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

“Kerja sama ini mencakup dukungan beasiswa serta program pendidikan lainnya. Kami ingin membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda,” ujarnya.

Untuk mendukung keberlanjutan program sosial, PSMTI Sulsel juga bekerja sama dengan Hasamitra dalam mengelola pendanaan melalui sistem tabungan dan arisan keluarga yang melibatkan mitra dan anggota organisasi.

“Kegiatan sosial ini kami jalankan bersama-sama. Pendanaannya juga gotong royong, sehingga program bisa berjalan berkelanjutan,” kata Saiman.

Ketua Panitia acara pelantikan, Ng Swi Piu, menyebut bahwa pembentukan pengurus PSMTI hingga tingkat kecamatan merupakan salah satu terobosan penting dalam kepengurusan kali ini.

“Dengan adanya pengurus di tingkat kecamatan, pendataan warga yang membutuhkan bantuan akan lebih mudah dan tepat sasaran. Ini akan memperkuat peran sosial PSMTI di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh kegiatan PSMTI Sulsel berorientasi pada kepentingan sosial dan kemanusiaan, tanpa motif keuntungan.

“Semua yang kami lakukan murni sosial. Tujuannya untuk membantu masyarakat dan memperkuat kebersamaan di Sulawesi Selatan,” tutupnya. (MU)