Rastranews.id, Makassar – Aksi unjuk rasa mahasiswa Papua di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berujung ketegangan dan bentrokan pada Kamis (19/12/2025).

Massa aksi menyebut insiden tersebut dipicu oleh penghadangan yang dilakukan oleh organisasi masyarakat (ormas), serta perampasan atribut aksi yang hingga kini belum dikembalikan.

Negosiator dan Koordinator Aksi, Sepius Pahabol, mengatakan aksi tersebut dilakukan oleh mahasiswa Papua di Makassar untuk menyampaikan aspirasi terkait sejarah Papua, khususnya momentum operasi Tri Komando Rakyat (Trikora) yang jatuh pada Kamis (18/12).

“Jadi kami mahasiswa di Makassar unjuk rasa soal di mana merebut hak kemerdekaan bangsa Papua,” ujar Sepius saat ditemui di Asrama Papua, Jalan Lanto Dg. Pasewang, Jumat(19/12).

Menurutnya, sebelum massa turun ke lokasi aksi di Monumen Mandala, asrama mahasiswa Papua sudah lebih dulu dipantau oleh pihak keamanan.

“Kami melakukan aksi ada beberapa titik yang terpantau oleh pihak keamanan, intel, dan ormas,” katanya.

Sepius menjelaskan, sebagian massa lebih dulu tiba di Monumen Mandala untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, aksi tersebut disebut dihadang oleh oknum ormas.

“Ada beberapa kawan massa aksi lebih duluan ke Mandala mereka menyampaikan pendapat di muka umum, kemudian dihadang oleh pihak ormas,” ungkapnya.

Ia menambahkan, selain penghadangan, pihak keamanan juga memaksa massa aksi mundur kembali ke asrama Papua.

Dalam situasi tersebut, sejumlah atribut aksi seperti spanduk, topi, pataka, dan megaphone dilaporkan telah diambil dan tidak dikembalikan.