JAKARTA, RastraNews.id – Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Jamaluddin Jompa, menjadi pembicara dalam Diskusi Panel SDGs Center Conference 2026 bertema “Penguatan Peran SDGs Center: Mendorong Aksi Lokal untuk Capaian SDGs Nasional dan Kemitraan Global” yang berlangsung di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Kamis (25/6).

Dalam forum yang mempertemukan para akademisi, pakar, dan pemangku kepentingan pembangunan berkelanjutan tersebut, Prof. Jamaluddin Jompa atau yang akrab disapa Prof. JJ memaparkan pengalaman Universitas Hasanuddin dalam mengintegrasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) ke dalam tata kelola dan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Menurut Prof. JJ, Unhas menempatkan diri sebagai perguruan tinggi yang memiliki peran strategis tidak hanya bagi Sulawesi Selatan dan Kawasan Timur Indonesia, tetapi juga pada level nasional hingga global.

Komitmen terhadap SDGs, kata dia, mulai diperkuat sejak 2019 melalui pembentukan SDGs Center sebagai pusat pengembangan sekaligus penguatan implementasi SDGs di Kawasan Timur Indonesia. Sejak saat itu, berbagai kebijakan dan program disusun agar prinsip pembangunan berkelanjutan menjadi bagian dari sistem pengelolaan kampus.

“Sejak 2019 kami menyadari pentingnya penguatan kelembagaan SDGs Center. Karena itu, SDGs tidak hanya menjadi wacana, tetapi masuk dalam sistem, perencanaan, penelitian, hingga publikasi ilmiah agar dampaknya dapat terukur,” ujar Prof. JJ.

Ia menjelaskan, Unhas telah mengintegrasikan indikator SDGs ke dalam berbagai proposal penelitian dan mendorong lahirnya publikasi ilmiah yang selaras dengan target pembangunan berkelanjutan.

Langkah tersebut dinilai memungkinkan kontribusi akademik universitas dipetakan serta diukur secara lebih sistematis.

Prof. JJ juga menekankan pentingnya penguatan jejaring dan kemitraan sebagai faktor percepatan transformasi institusi.

Melalui kolaborasi yang luas, SDGs Center Unhas tidak hanya memperluas dampak program, tetapi juga menjadi ruang berbagi praktik baik bagi perguruan tinggi lain.

“Dengan adanya jejaring yang kuat, transformasi dapat berlangsung lebih cepat. Unhas siap berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengembangan SDGs Center,” katanya.

Pada tingkat internal, implementasi SDGs dilakukan melalui keterlibatan aktif seluruh fakultas, unit kerja, dan mahasiswa.

Setiap fakultas didorong mengembangkan program strategis yang berkontribusi terhadap pencapaian target SDGs sesuai karakteristik dan keunggulan masing-masing.

Sebagai bentuk akuntabilitas, Unhas juga menyusun Sustainability Report yang menjadi instrumen pelaporan sekaligus evaluasi terhadap kontribusi universitas dalam agenda pembangunan berkelanjutan.

Prof. JJ menambahkan, SDGs Center berperan sebagai wadah kolaborasi multipihak yang menghubungkan perguruan tinggi, pemerintah, industri, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat kontribusi kampus dalam pembangunan daerah dan nasional.

Salah satu strategi utama yang diterapkan Unhas adalah memasukkan indikator SDGs ke dalam Rencana Strategis (Renstra) dan dokumen perencanaan institusi agar setiap program memiliki arah, target, serta ukuran keberhasilan yang jelas.

“Yang terpenting adalah evidence dan showcase. Perguruan tinggi perlu menunjukkan bukti nyata sekaligus menghadirkan praktik-praktik terbaik yang dapat direplikasi dan diperluas manfaatnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof. Rachmat Pambudy, dalam sambutannya menegaskan pentingnya memperkuat peran SDGs Center di lingkungan perguruan tinggi.

Menurutnya, implementasi SDGs saat ini memasuki fase penting untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Perguruan tinggi diharapkan menjadi pusat riset yang menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat serta mampu mengembangkan kurikulum yang relevan dengan tantangan pembangunan masa depan.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Universitas Hasanuddin menegaskan perannya tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai penggerak solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan keberlanjutan di tingkat lokal, nasional, hingga global. []