Tren tersebut membuktikan bahwa isu lingkungan telah menjadi fokus kolektif dunia akademik.

Kampus-kampus masa kini tidak lagi hanya berfokus pada inovasi ilmiah, tetapi juga wajib membuktikan bahwa aktivitas operasional mereka mampu meminimalkan dampak buruk terhadap alam sekaligus menyediakan lingkungan yang sehat bagi seluruh sivitas akademika.

Untuk periode 2026, UI GreenMetric mengusung tema “Advancing Sustainable Campuses through Governance, Digitalization, and Integrated Performance”.

Tema ini menandai pergeseran paradigma baru; konsep kampus berkelanjutan tidak lagi terbatas pada perluasan area hijau atau pengelolaan sampah konvensional, melainkan harus mencakup tata kelola yang transparan, sistem digitalisasi yang terintegrasi, serta pengambilan keputusan yang berbasis pada validitas data.

Ketua Tim UI GreenMetric Unhas, Prof. Dr. Ir. Arifuddin, M.T., mengungkapkan bahwa penyelesaian tahapan final submission ini merupakan cerminan komitmen kuat dari Unhas.

“Setiap bukti dukung melalui proses verifikasi agar benar-benar mencerminkan kondisi aktual implementasi keberlanjutan di lingkungan Unhas,” ujar Prof. Arifuddin.

Langkah taktis ini selaras dengan konsep evidence-based management, yaitu sistem tata kelola yang bersandar pada bukti nyata dan terukur.

Data yang sahih menjadi fondasi utama untuk mengevaluasi keberhasilan kebijakan, memetakan celah kekurangan, sekaligus merumuskan strategi pelestarian lingkungan yang lebih efektif di masa depan.

Keberhasilan penyusunan dokumen UI GreenMetric ini merupakan buah dari kerja keras dan sinergi berbagai fakultas serta unit kerja di internal Unhas.

Kolaborasi lintas sektor ini menegaskan bahwa visi kampus berkelanjutan bukanlah tugas satu tim semata, melainkan bagian dari budaya organisasi yang diadopsi bersama.

Seluruh elemen mulai dari tim manajemen energi, pengelola limbah, penyedia transportasi internal, hingga unit teknologi informasi bergerak bersama dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

Sekretaris Universitas Hasanuddin, Prof. Amiruddin, memberikan apresiasi tinggi terhadap kerja sama tersebut.

Menurutnya, sinergi ini merupakan modal berharga dalam mempercepat transformasi Unhas menuju institusi yang ramah lingkungan.

“Kami berharap hasil penilaian tahun ini tidak hanya meningkatkan posisi Unhas dalam pemeringkatan internasional, tetapi juga memperkuat kontribusi Unhas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs),” tutur Prof. Amiruddin. []