Makassar, RastraNews.id – Pengelolaan perguruan tinggi yang ramah lingkungan kini menjadi tuntutan nyata di tengah situasi krisis iklim global.
Berbagai aspek mulai dari tata kelola energi, pasokan air, manajemen limbah, sistem transportasi, hingga integrasi digital kini menjadi indikator krusial dalam menentukan daya saing sebuah universitas di kancah internasional.
Menjawab tantangan tersebut, Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi menyelesaikan pengumpulan data akhir (final submission) untuk pemeringkatan UI GreenMetric World University Rankings 2026 pada Kamis (9/7).
Proses ini tidak sekadar memenuhi kelengkapan administrasi pengisian kuesioner, melainkan mengedepankan pendekatan ilmiah guna memastikan seluruh data yang dilaporkan sesuai dengan realitas di lapangan.
Keandalan data yang disajikan bersandar pada tiga prinsip utama: akurasi tinggi, dapat diverifikasi, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Landasan inilah yang dipegang erat oleh Tim Unhas dalam menyusun dokumen UI GreenMetric.
Setiap indikator capaian melalui rangkaian pemeriksaan silang (cross-check), validasi mendalam, hingga perbaikan berkas pendukung sebelum diunggah ke sistem penilaian resmi.
UI GreenMetric memang berfungsi sebagai ajang kompetisi pemeringkatan global. Namun di balik itu, instrumen ini menjadi alat ukur sejauh mana nilai-nilai keberlanjutan diimplementasikan dalam operasional sehari-hari kampus.
Berbeda dengan pemeringkatan akademik konvensional yang menitikberatkan pada kuantitas riset dan publikasi ilmiah, UI GreenMetric lebih menyoroti tanggung jawab universitas dalam mengelola sumber daya mereka.
Sebagai gambaran skala globalnya, sebanyak 1.745 perguruan tinggi dari 105 negara tercatat berpartisipasi dalam pemeringkatan ini pada tahun 2025.

