Makassar, RastraNews.id – Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali membagikan jas almamater secara gratis kepada mahasiswa baru sebagai bagian dari penyambutan mereka memasuki dunia perkuliahan.

Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, program ini menghadirkan sentuhan lebih personal melalui kartu ucapan dari Rektor Unhas, Prof. amaluddin Jompa, yang disisipkan dalam setiap paket jas almamater.

Sebanyak 6.970 jas almamater disiapkan bagi mahasiswa baru yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan Jalur Mandiri.

Pembagian ini melanjutkan distribusi tahap pertama yang sebelumnya diberikan kepada mahasiswa jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Unhas menciptakan pengalaman awal yang positif bagi mahasiswa baru.

Berbagai kajian pendidikan tinggi menunjukkan bahwa masa transisi dari sekolah ke perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun motivasi belajar, rasa memiliki terhadap kampus, serta kemampuan beradaptasi selama menjalani studi.

Di dalam setiap paket jas almamater, mahasiswa menerima kartu ucapan berisi apresiasi atas keberhasilan mereka lolos dalam proses seleksi yang kompetitif.

Melalui pesan tersebut, Rektor Unhas mengajak mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademik dengan semangat belajar serta tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan berprestasi.

Mahasiswa Program Studi Peternakan, Syarifah Nurazizah, mengaku bangga saat menerima jas almamater sebagai simbol resmi identitasnya sebagai mahasiswa Universitas Hasanuddin.

“Saya merasa sangat senang, bangga, dan bersyukur menjadi bagian dari Universitas Hasanuddin. Jas almamater ini merupakan simbol kebanggaan dan identitas sebagai mahasiswa Unhas,” ujarnya.

Menurut Syarifah, kartu ucapan dari Rektor menjadi kejutan yang memberikan kesan hangat bagi mahasiswa baru.

Pesan yang paling membekas baginya adalah ajakan untuk menjadi pembelajar tangguh dan tumbuh menjadi generasi hebat di Universitas Hasanuddin.

Ia juga mengapresiasi proses distribusi jas almamater yang dinilai berjalan tertib dan lancar.

“Pelayanannya sangat baik dan tertib,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, mengatakan pengalaman pertama mahasiswa di lingkungan kampus memiliki pengaruh besar terhadap keterikatan emosional mereka dengan institusi.

“Mahasiswa baru tidak hanya memulai perjalanan akademiknya, tetapi juga menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Hasanuddin. Karena itu, kami ingin mereka memulai perjalanan tersebut dengan rasa bangga, nyaman, dan memiliki ikatan dengan almamaternya,” ujar Ruslin.

Ia menjelaskan, penyaluran jas almamater merupakan salah satu layanan yang dikoordinasikan Direktorat Kemahasiswaan untuk mendukung proses adaptasi mahasiswa baru.

Distribusi dilakukan secara bertahap sesuai jalur penerimaan agar seluruh mahasiswa memperoleh pengalaman penyambutan yang sama saat memasuki lingkungan akademik.

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan Unhas, Prof. Suhasman, menegaskan bahwa jas almamater bukan sekadar pakaian resmi mahasiswa, melainkan simbol identitas dan kebanggaan sebagai bagian dari sivitas akademika Universitas Hasanuddin.

“Jas almamater adalah simbolisasi identitas dan kebanggaan sebagai mahasiswa Unhas. Kami berharap pemberian ini memberi pengalaman awal yang baik bagi mahasiswa baru dalam memulai perjalanan mereka di Unhas,” tuturnya.

Penyaluran jas almamater tahap kedua berlangsung di JK Arenatorium Universitas Hasanuddin, Makassar, sejak 1 Agustus 2026 dan dijadwalkan berakhir pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkesan bagi ribuan mahasiswa baru dalam memulai kehidupan akademik di Universitas Hasanuddin. []