Menurut Syarifah, kartu ucapan dari Rektor menjadi kejutan yang memberikan kesan hangat bagi mahasiswa baru.

Pesan yang paling membekas baginya adalah ajakan untuk menjadi pembelajar tangguh dan tumbuh menjadi generasi hebat di Universitas Hasanuddin.

Ia juga mengapresiasi proses distribusi jas almamater yang dinilai berjalan tertib dan lancar.

“Pelayanannya sangat baik dan tertib,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, mengatakan pengalaman pertama mahasiswa di lingkungan kampus memiliki pengaruh besar terhadap keterikatan emosional mereka dengan institusi.

“Mahasiswa baru tidak hanya memulai perjalanan akademiknya, tetapi juga menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Hasanuddin. Karena itu, kami ingin mereka memulai perjalanan tersebut dengan rasa bangga, nyaman, dan memiliki ikatan dengan almamaternya,” ujar Ruslin.

Ia menjelaskan, penyaluran jas almamater merupakan salah satu layanan yang dikoordinasikan Direktorat Kemahasiswaan untuk mendukung proses adaptasi mahasiswa baru.

Distribusi dilakukan secara bertahap sesuai jalur penerimaan agar seluruh mahasiswa memperoleh pengalaman penyambutan yang sama saat memasuki lingkungan akademik.

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan Unhas, Prof. Suhasman, menegaskan bahwa jas almamater bukan sekadar pakaian resmi mahasiswa, melainkan simbol identitas dan kebanggaan sebagai bagian dari sivitas akademika Universitas Hasanuddin.

“Jas almamater adalah simbolisasi identitas dan kebanggaan sebagai mahasiswa Unhas. Kami berharap pemberian ini memberi pengalaman awal yang baik bagi mahasiswa baru dalam memulai perjalanan mereka di Unhas,” tuturnya.

Penyaluran jas almamater tahap kedua berlangsung di JK Arenatorium Universitas Hasanuddin, Makassar, sejak 1 Agustus 2026 dan dijadwalkan berakhir pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkesan bagi ribuan mahasiswa baru dalam memulai kehidupan akademik di Universitas Hasanuddin. []