Pelayanan kesehatan berlangsung selama dua hari dengan fokus pada pelayanan kesehatan primer, distribusi obat-obatan, serta asesmen kondisi kesehatan masyarakat terdampak.

Pendekatan ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan kesehatan dasar masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau.

Tim Medis FK Unhas melanjutkan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat sebagai bagian dari penguatan persiapan layanan medis di Kabupaten Aceh Tengah.

Koordinasi ini sekaligus mempertegas peran Unhas sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam situasi darurat bencana.

Usai koordinasi, tim dibagi menjadi dua kelompok untuk menjangkau lokasi dengan karakteristik dan kebutuhan layanan kesehatan yang berbeda.

“Pembagian tim dilakukan untuk memastikan jangkauan pelayanan kesehatan yang lebih luas kepada masyarakat,” jelas dokter spesialis Ortopedi dan Traumatologi yang akrab disapa dokter Pejo ini.

Tim pertama diberangkatkan menuju Desa Jamat, Kecamatan Linge.

Kondisi masyarakat di wilayah ini pascabencana tergolong memprihatinkan, dengan keterbatasan akses transportasi, kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan, serta keterbatasan air bersih dan kebutuhan dasar lainnya.

Di Desa Jamat, Tim Medis FK Unhas memfokuskan kegiatan pada pemetaan masalah kesehatan pascabencana serta pemberian pelayanan medis awal kepada masyarakat.

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mengidentifikasi kondisi kesehatan warga dan kebutuhan penanganan lanjutan.

Pelayanan medis yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan dasar serta penilaian awal kondisi kesehatan masyarakat terdampak.