Ia menilai Bulukumba memiliki banyak potensi yang layak dipromosikan ke tingkat internasional, seperti sektor kemaritiman, industri pembuatan kapal Pinisi, pariwisata, hingga komoditas unggulan daerah.
“Tantangannya bukan pada minimnya potensi, melainkan bagaimana potensi tersebut dikemas menjadi proposal kerja sama yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan calon mitra,” kata Ishaq.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali peluang kerja sama internasional sesuai bidang masing-masing.
Perwakilan Dinas Perikanan Bulukumba, Yusli, menyoroti peluang diplomasi berbasis identitas maritim. Menurutnya, Bulukumba memiliki rekam jejak kerja sama dengan Brunei serta pengalaman ekspor ke Arab Saudi melalui pelaku usaha lokal.
Ia menilai peluang tersebut dapat diperkuat melalui pendekatan business to business (B2B) maupun government to government (G2G), sekaligus memanfaatkan nilai budaya Pinisi dan hubungan historis dengan komunitas Aborigin sebagai bagian dari diplomasi daerah.
Sementara itu, Endang dari Baperida Kabupaten Bulukumba mengangkat isu peningkatan kualitas presentasi berbagai inovasi daerah yang selama ini telah meraih prestasi, namun dinilai masih perlu penguatan dalam aspek penyajian kepada calon mitra internasional.
Di sisi lain, Widi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Bulukumba menjelaskan daerahnya memiliki sekitar 140 destinasi wisata yang berpotensi dipromosikan ke pasar global.
Ia menilai pemerintah daerah membutuhkan pendampingan dan coaching clinic agar mampu menyusun strategi kerja sama internasional yang lebih terarah di sektor pariwisata.
Berbagai masukan tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan aparatur pemerintah daerah terhadap pendampingan berkelanjutan dalam merancang diplomasi daerah yang efektif dan berorientasi pada hasil.
Kegiatan ini dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bulukumba Dra. Umrah Aswani, yang mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Bulukumba.
Turut hadir Kepala Baperida Kabupaten Bulukumba Andi Irma, S.T., M.M., Inspektur Kabupaten Bulukumba, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, para sekretaris OPD, serta perwakilan perangkat daerah se-Kabupaten Bulukumba.
Tim pengabdian Universitas Hasanuddin terdiri atas Prof. Drs. Darwis, Ishaq Rahman, S.IP., M.Si., Munjin Syafiq, S.IP., M.Si., Munif Ranti Arif, S.IP., M.A., Fajhriadi Hastira, S.IP., M.Si., serta dua mahasiswa Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Hasanuddin.
Melalui program ini, Universitas Hasanuddin menegaskan komitmennya mendampingi pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas aparatur agar mampu memanfaatkan peluang kerja sama internasional sebagai instrumen pembangunan.
Dengan penguatan kompetensi tersebut, Bulukumba diharapkan dapat mengoptimalkan potensi maritim, budaya, dan pariwisata menjadi modal membangun kolaborasi global yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kapasitas aparatur dan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah. []

