Bulukumba, RastraNews.id – Pemerintah daerah dituntut tidak hanya menjalankan kebijakan di tingkat lokal, tetapi juga mampu membangun jejaring internasional yang dapat mendukung pembangunan daerah.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPMU-PK-M) menggelar kegiatan bertajuk Strategi Penguatan Kapasitas SDM Aparatur Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam Mendorong Efektivitas Kerja Sama Internasional Daerah.

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara akademisi dan Pemerintah Kabupaten Bulukumba untuk membahas strategi pemanfaatan potensi daerah sebagai modal membangun kemitraan dengan berbagai pihak di tingkat internasional.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Hasanuddin yang juga Ketua Program Studi Magister Hubungan Internasional FISIP Unhas, Prof. Darwis, mengatakan era otonomi daerah telah membuka peluang bagi pemerintah kabupaten dan kota menjalin kerja sama dengan berbagai daerah di luar negeri.

Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila didukung aparatur yang memiliki kapasitas dalam mengelola kerja sama internasional.

Menurutnya, kemampuan tersebut mencakup perencanaan program, penyusunan proposal kerja sama hingga pelaksanaan dan evaluasi program.

“Kerja sama internasional bukan sekadar penandatanganan nota kesepahaman, melainkan instrumen pembangunan yang harus mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, penguatan kapasitas aparatur menjadi investasi penting agar setiap potensi daerah dapat diterjemahkan menjadi peluang kolaborasi global,” ujar Prof. Darwis.

Selanjutnya, peserta memperoleh materi mengenai strategi memperkuat kapasitas aparatur dalam mengembangkan kerja sama internasional.

Diskusi mengulas berbagai tantangan yang masih dihadapi pemerintah daerah, mulai dari pemetaan potensi unggulan, penyusunan dokumen kerja sama, hingga membangun jejaring dengan mitra luar negeri yang memiliki karakteristik serupa dengan Kabupaten Bulukumba.

Perspektif praktis turut disampaikan anggota tim pengabdian, Ishaq Rahman, S.IP., M.Si. Dosen Hubungan Internasional Unhas itu menjelaskan bahwa diplomasi daerah kini menjadi salah satu instrumen penting untuk mempercepat pembangunan melalui kolaborasi lintas negara.