Makassar – Universitas Hasanuddin (Unhas) secara resmi menyampaikan maklumat yang menyikapi aksi massa yang terjadi, Jumat (29/8/2025). Maklumat dibacakan Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Muh. Ruslin, di halaman Gedung Rektorat Unhas, Tamalanrea, Sabtu (30/8/2025).

Unhas menyatakan dukungan terhadap tuntutan penegakan hukum dan keadilan, sekaligus mengutuk keras tindakan kekerasan yang menewaskan seorang ojek online (Ojol) bernama Affan Kurniawan.

Pembacaan maklumat ini dilakukan sebelum ratusan mahasiswa Unhas menggelar aksi long march dari kampus menuju Fly Over Makassar. Aksi tersebut sempat menutup akses jalan bawah flyover, menyebabkan kemacetan dan memicu pengendara untuk mencari jalur memutar.

Para pengdemonstrasi duduk melingkar di jalan raya dan membakar ban bekas sebagai bentuk protes, sebelum akhirnya membubarkan diri dan kembali ke kampus sekitar pukul 18.00 Wita.

Dalam maklumatnya, Prof. Ruslin menyampaikan tujuh poin utama. Pihak kampus mendukung penuh tuntutan publik untuk pemulihan ekonomi, pemberantasan korupsi, dan penegakan hukum yang berkeadilan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Negara harus memberi jaminan bahwa kekerasan oleh aparat tidak lagi terulang di masa depan terhadap setiap warga negara yang terlibat dalam aksi publik,” tegas Prof. Ruslin di hadapan massa yang hadir.

Unhas juga secara khusus mendukung tuntutan agar oknum aparat yang diduga melakukan kekerasan hingga menyebabkan tewasnya Affan Kurniawan diberikan sanksi hukum yang seberat-beratnya.

Di sisi lain, UNhas juga mengutuk tindakan anarkis dan kekerasan yang terjadi selama aksi berlangsung. Prof. Ruslin mengingatkan agar mahasiswa Unhas yang turun aksi dapat menjaga ketertiban dan tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum.

“Kami menghimbau mahasiswa untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi dalam koridor hukum yang berlaku,” pesannya.

Aksi yang berlangsung sejak siang hari itu berjalan cukup kondusif meski sempat menimbulkan gangguan lalu lintas.

Pembakaran ban bekas mengepulkan asap hitam yang terlihat dari kejauhan, namun tidak eskalasi kekerasan antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan dilaporkan terjadi. Massa membubarkan diri secara tertib sesuai dengan imbauan dari para koordinator aksi. (HL)