RastraNews.id, Bulukumba – Pasangan peserta Abdul Aziz–Saiful mengaku dicurangi dan didiskualifikasi saat bertanding pada babak 256 besar atau sistem gugur ketiga Turnamen Domino Andi Sukriadi Cup yang digelar di Kabupaten Bulukumba, Sabtu-Minggu (25–26 Juli 2026).
Menurut Abdul Aziz, saat pertandingan mereka tengah unggul dengan skor 6-3. Lawan kemudian meminta waktu break. Saat jeda berlangsung, rekannya, Saiful, keluar ruangan untuk merokok. Ketika lawan telah kembali dan hendak melanjutkan pertandingan, Aziz menghubungi Saiful melalui telepon agar segera masuk ke arena pertandingan.
Namun, tindakan tersebut dipersoalkan oleh lawan. Wasit kemudian memutuskan mendiskualifikasi pasangan Abdul Aziz-Saiful karena dianggap menggunakan alat komunikasi saat pertandingan.
”Saya menelepon saat kondisi masih break. Permainan sedang berhenti, tetapi tetap dipersoalkan hingga akhirnya saya didiskualifikasi,” kata Abdul Aziz.
Sementara itu, Saiful menegaskan penggunaan telepon dilakukan saat pertandingan sedang dihentikan sementara, sehingga menurutnya tidak melanggar ketentuan pertandingan.
Ia mengaku telah mengajukan keberatan kepada Majelis Penyelesaian Sengketa (MPS) dengan membayar uang jaminan sesuai prosedur. Namun, MPS tetap menguatkan keputusan wasit.
Saiful juga mempertanyakan keabsahan putusan MPS. Menurutnya, anggota majelis yang memutus perkara tidak sesuai dengan susunan yang tercantum dalam surat keputusan (SK) dan tidak memiliki surat tugas dari pengurus provinsi.
”Keputusan itu menurut kami tidak sah karena yang memutus bukan majelis yang ditunjuk dalam SK,” ujarnya.
Selain itu, ia menilai terdapat kejanggalan dalam proses penyelesaian sengketa. Meski permohonannya dinyatakan kalah, uang jaminan yang telah disetorkan justru dikembalikan oleh MPS.
Atas kejadian tersebut, pasangan Abdul Aziz-Saiful mengaku mengalami kerugian materiil dan immateriil karena kehilangan peluang meraih gelar juara. Mereka berencana menempuh langkah hukum dengan menggugat pihak penyelenggara, MPS, serta wasit yang memutuskan diskualifikasi.
Pasangan tersebut juga meminta adanya evaluasi terhadap perangkat pertandingan yang dinilai tidak menjalankan tugas sesuai ketentuan yang berlaku. (*)

