‎RASTRANEWS.ID, MAKASSAR — Universitas Muslim Indonesia (UMI) resmi menutup Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahap I Tahun Akademik 2026/2027, Jumat (14/8/2026).

‎Hingga penutupan, sebanyak 7.782 calon mahasiswa telah membuat akun dan mendaftar di UMI. Dari jumlah tersebut, 1.165 calon mahasiswa belum menyelesaikan proses registrasi ulang.

‎UMI memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa yang belum menuntaskan registrasi untuk menyelesaikan proses sesuai status, persyaratan, dan ketentuan yang berlaku.

‎Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk pelayanan kepada calon mahasiswa yang telah memulai proses penerimaan.

‎Menurutnya, proses masuk perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga menyangkut cita-cita calon mahasiswa dan harapan keluarga.

‎”Kuliah bukan sekadar mengisi formulir. Di dalamnya ada cita-cita anak, doa orang tua, kesiapan keluarga, dan masa depan yang sedang direncanakan,” ujar Prof. Hambali.

‎Sementara itu, mulai 15 Agustus 2026, UMI membuka PMB Tahap II melalui Jalur Talenta dan Akses Generasi Indonesia Emas atau TAG Indonesia Emas UMI 2026.

‎Jalur tersebut mengusung semangat “Membuka Akses, Menemukan Talenta, Menyiapkan Generasi Indonesia Emas”.

‎Prof. Hambali mengatakan jalur TAG Indonesia Emas dirancang untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada generasi muda mengembangkan potensi dan talentanya melalui pendidikan.

‎”Setiap anak memiliki talenta, tetapi tidak setiap talenta memperoleh akses dan kesempatan yang sama untuk berkembang,” jelasnya.

‎Menurutnya, Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi yang tidak hanya menguasai ilmu dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter, kemampuan berinovasi, serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

‎Wakil Rektor I UMI sekaligus Ketua Panitia PMB, Prof. Dr. Ir. H. Dirgahayu A. Lantara, mengatakan proses penerimaan melalui Jalur TAG Indonesia Emas disiapkan dengan tahapan yang jelas dan mudah diakses.

‎Calon mahasiswa dapat memilih program studi sesuai minat dan talenta, mengikuti tahapan penerimaan, serta memperoleh pendampingan melalui layanan resmi PMB UMI.

‎”Kenali talentamu, pelajari program studi yang tersedia, berdiskusilah dengan orang tua, kemudian ambil langkah. Jika ada yang belum dipahami, petugas kami siap membantu,” katanya.

‎Ia menegaskan, perluasan akses pendidikan tetap disertai persyaratan dan standar mutu UMI.

‎”Jalur TAG Indonesia Emas bukan jalur yang menurunkan standar. Kesempatan diperluas, tetapi mutu tetap dijaga,” tegasnya.

‎UMI juga mengarahkan mahasiswa untuk berkembang sebagai calon pemimpin berjiwa kewirausahaan yang mampu membaca peluang, menciptakan solusi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

‎Melalui Catur Dharma UMI, mahasiswa dibekali pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta komitmen ke-UMI-an dan pendidikan karakter.

‎UMI juga terus mengembangkan ekosistem pendidikan berbasis teknologi melalui konsep Smart Islamic AI-Driven University.

‎Prof. Hambali menegaskan, pendidikan harus menjadi ruang bagi setiap anak untuk mengembangkan kemampuan dan mewujudkan cita-citanya.

‎”Setiap anak memiliki talenta. Setiap talenta membutuhkan akses. Setiap akses yang dijaga dengan mutu dapat melahirkan generasi Indonesia emas,” pungkasnya.

<span;>‎Calon mahasiswa yang telah mendaftar pada Tahap I dapat segera memeriksa status dan menuntaskan registrasi ulang. Sementara calon mahasiswa baru dapat mengikuti PMB Tahap II melalui Jalur TAG Indonesia Emas UMI 2026 mulai 15 Agustus 2026. (*)