Rastranews.id, Makassar — Tekanan makin menumpuk di tubuh PSM Makassar. Kekalahan 0-1 dari Malut United membuat Juku Eja terjebak di posisi ke-8 klasemen sementara, sebuah situasi yang jauh dari ekspektasi tim besar.

Alih-alih mendapat lawan ringan untuk bangkit, PSM justru menghadapi dua raksasa papan atas secara beruntun. Persib Bandung, sang runner-up klasemen sementara, menanti pada Sabtu (27/12), disusul Borneo FC, pemuncak klasemen, pada 3 Januari.

Posisi kedelapan membuat ruang kesalahan PSM semakin sempit. Satu hasil buruk saja bisa menyeret Juku Eja makin menjauh dari zona persaingan papan atas.

Kekalahan dari Malut United menjadi bukti bahwa persoalan konsistensi dan ketajaman lini depan belum benar-benar terjawab.

Di sisi lain, Persib tengah berburu puncak, sementara Borneo FC berdiri kokoh dengan performa paling stabil musim ini.

Menghadapi dua tim teratas dalam kondisi tertekan, PSM seolah dipaksa menjawab pertanyaan paling mendasar: masihkah mereka penantang gelar, atau hanya penggembira papan tengah?

Dua laga ke depan akan menjadi momen hidup-mati bagi PSM Makassar. Menang berarti kebangkitan dan legitimasi kembali. Kalah? Posisi delapan bisa berubah menjadi mimpi buruk yang lebih dalam. (MU)