Pinrang, RastraNews.id – Sebanyak 350 mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia dijadwalkan mengikuti prosesi Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Pinrang pada Senin (27/7) mendatang.

Sebelum diterjunkan ke lapangan, para mahasiswa dibekali materi dalam sesi pembekalan yang berlangsung di Ballroom Nobel Convention Center, Jalan Sultan Alauddin, Sabtu (25/7).

Dalam sesi tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan UMKM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Pinrang, Sumarni Menga, menjelaskan bahwa Pinrang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan daerah dengan potensi besar di sektor pertanian dan perikanan.

Namun, mayoritas komoditas unggulan tersebut masih dijual dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai ekonomisnya tergolong rendah.

Menurut Sumarni, tantangan terbesar daerah saat ini adalah mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar menjual bahan mentah menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah (value-added).

“Pinrang ini dikenal sebagai lumbung pangan dengan sektor perikanan dan pertanian yang kuat. Tapi mayoritas masih dijual mentah. Di sinilah peran mahasiswa untuk memberikan edukasi. Agar masyarakat mendapat keuntungan lebih besar, harus ada pengolahan, branding, dan pemasaran berbasis digital melalui pendampingan,” ujar Sumarni.

Ia membeberkan, terdapat enam masalah utama yang kerap ditemukan di lapangan, di antaranya rendahnya nilai jual, keterbatasan SDM, kendala legalitas, hingga minimnya literasi digital dan branding.

Oleh karena itu, kehadiran ratusan mahasiswa ITB Nobel Indonesia diharapkan dapat menjadi katalis perubahan di desa-desa sasaran.

Para mahasiswa diproyeksikan bertindak sebagai konsultan muda untuk membantu warga mengatasi hambatan bisnis.

Apalagi, program KKN ini diselaraskan dengan agenda nasional penguatan 100 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang diposisikan sebagai jantung perekonomian desa, dengan UMKM sebagai mesin penggerak dan koperasi sebagai ekosistem pelindungnya.

“Kehadiran anak-anak KKN kita harapkan menjadi solusi dan konsultan pintar untuk mencari jalan keluar. Jika produk olahan dikemas dengan baik, memiliki NIB, dan legalitasnya lengkap, bahan yang tadinya bernilai rendah akan melipatgandakan nilainya menjadi produk unggulan daerah,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I ITB Nobel Indonesia, Dr. Ridwan, berpesan agar seluruh peserta memanfaatkan momentum ini untuk menjaga nama baik almamater sekaligus menunjukkan dedikasi akademik secara nyata.

“KKN adalah cerminan kampus kita di tengah masyarakat. Saya meminta seluruh mahasiswa untuk selalu menjaga etika, sopan santun, dan nama baik ITB Nobel Indonesia selama bertugas di Pinrang. Tunjukkan bahwa mahasiswa Nobel tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial yang tinggi,” tegas Ridwan.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan budaya lokal serta menempatkan diri sebagai penyelesai masalah (problem solver) yang santun.

“Jadikan kehadiran kalian sebagai solusi, bukan beban bagi masyarakat. Jaga keharmonisan dengan warga, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat setempat,” tutupnya. []