Rastranews.id, Palopo – Upaya penataan kawasan kumuh di Kota Palopo kembali menunjukkan hasil. Wali Kota Palopo, Hj. Naili Trisal, menghadiri syukuran warga atas rampungnya Program DAK Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu di kawasan Kelapa Sepuluh, Kelurahan Salotellue, Kecamatan Wara Timur, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan ini menjadi penanda selesainya salah satu program strategis yang bertujuan meningkatkan kualitas hunian dan lingkungan masyarakat di wilayah tersebut.
Tokoh masyarakat Salotellue, Andi Juardy, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Palopo yang sejak awal mengawal proses pengentasan kawasan kumuh hingga tuntas.
“Kami berterima kasih atas perhatian dan komitmen pemerintah. Program ini sangat dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujarnya.
Selain dukungan dari pemerintah, kawasan tersebut juga mendapat bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Sulselbar berupa dua unit motor pengangkut sampah. Bantuan itu diharapkan mampu mendukung pengelolaan kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Meski demikian, warga masih berharap agar beberapa rumah yang belum terealisasi dalam program sebelumnya dapat diselesaikan pada tahun ini.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Palopo, Aldi Mustafa Hamid, menjelaskan bahwa dari 32 kuota program DAK Tematik di seluruh Indonesia, Kota Palopo menjadi salah satu daerah penerima. Di Sulawesi Selatan, hanya Palopo, tepatnya Kelurahan Salotellue, yang mendapatkan alokasi tersebut.
Ia juga mengungkapkan, program ini akan berlanjut dengan pengusulan tahap berikutnya di tiga kelurahan lainnya, yakni Ponjalae, Purangi, dan Pontap.
Sementara itu, Wali Kota Hj. Naili Trisal menegaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret Pemerintah Kota Palopo dalam mengatasi persoalan permukiman kumuh secara menyeluruh.
“Penanganan kawasan kumuh tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus komprehensif, terstruktur, dan terpadu, dengan melibatkan sinergi pemerintah pusat, daerah, serta seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.
Menurutnya, program ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui lingkungan yang layak, sehat, dan berkelanjutan.
Pemerintah berharap keberhasilan penataan kawasan Kelapa Sepuluh dapat menjadi model penanganan kawasan kumuh yang terintegrasi di wilayah lain di Kota Palopo.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPN Kota Palopo Aspar, S.SIT., MPA, Kepala Bappeda Kota Palopo, Pimpinan Cabang Bank Sulselbar, camat dan lurah setempat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta sejumlah undangan lainnya. (rls)

