RastraNews.id, Gowa – Tim Resmob Polda Sulsel mengamankan seorang pria berinisial MA (22) di Jalan Poros Malino, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

MA yang bekerja sebagai tukang las diamankan pada Selasa (8/9/2026) terkait kasus seorang perempuan berinisial NAQ yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Panit 2 Resmob Polda Sulsel IPDA Muhammad Abel mengatakan, MA diamankan setelah polisi melakukan serangkaian patroli dan mendapat informasi dari masyarakat terkait keberadaannya.

“Personel kemudian berhasil mengamankan MA di Jalan Poros Malino, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Selanjutnya yang bersangkutan dibawa ke Posko Resmob untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Abel.

Dari hasil pemeriksaan awal, MA mengakui pernah menjemput NAQ di sebuah tempat wisata kebun pada Minggu (6/9/2026).

Saat itu, NAQ berada di lokasi wisata bersama rekannya. NAQ kemudian pamit untuk pergi ke tempat berfoto. Namun, setelah itu NAQ tidak kembali dan nomor teleponnya juga tidak dapat dihubungi.

Kondisi tersebut kemudian membuat rekannya melaporkan NAQ sebagai orang yang tidak diketahui keberadaannya.

Polisi lalu melakukan pencarian hingga memperoleh informasi yang mengarah kepada MA. Setelah MA diamankan, polisi melakukan interogasi untuk mengetahui keberadaan dan kronologi kepergian NAQ.

Menurut keterangan MA kepada polisi, justru NAQ yang lebih dahulu menghubunginya dan meminta dijemput di lokasi wisata.

MA mengaku NAQ ingin pergi bersamanya karena mengaku kerap mengalami penyiksaan di rumah.

“Yang bersangkutan menerangkan bahwa korban menghubungi terlebih dahulu dan meminta dijemput. Alasannya, korban mengaku sering disiksa di rumah,” ujar Abel.

Dalam pemeriksaan terpisah, NAQ juga memberikan keterangan mengenai pertemuannya dengan MA.

NAQ menyebut MA lebih dahulu menghubunginya dan mengajak bertemu di tempat wisata kebun. Setelah bertemu, MA disebut mengajak NAQ menemaninya mengambil pakaian.

NAQ kemudian ikut bersama MA menuju rumahnya.

Abel mengatakan polisi masih mendalami perkara tersebut untuk memastikan rangkaian kejadian serta status hukum MA.

Polisi juga masih memeriksa keterangan kedua pihak untuk mengetahui secara utuh apa yang terjadi setelah NAQ meninggalkan lokasi wisata kebun. (*)