RastraNews.id, Luwu Timur — Sektor pertanian di Kabupaten Luwu Timur terus menunjukkan geliat positif.

Di bawah kepemimpinan Bupati, Irwan Bachri Syam, pemerintah daerah mendorong transformasi pertanian melalui pendekatan modernisasi alat produksi dan penguatan nilai tambah hasil panen.

Memasuki tahun 2026, fokus pembangunan diarahkan pada dua hal utama, yakni pemanfaatan alat mesin pertanian (alsintan) serta hilirisasi produk melalui pengembangan ekonomi desa.

Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah telah menyalurkan sebanyak 247 unit alsintan kepada kelompok tani di berbagai wilayah.

Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kerja petani sekaligus mempercepat proses produksi, khususnya dalam menghadapi tantangan kebutuhan pangan yang terus meningkat.

Irwan menekankan agar seluruh bantuan tersebut dikelola secara kolektif oleh kelompok tani serta dirawat dengan baik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Tak hanya fokus pada produksi, pemerintah juga mulai mengembangkan hilirisasi hasil pertanian melalui program Pembangunan Desa Unggul Juara (Pandu Juara).

Salah satu langkah strategis yang telah dilakukan adalah pembangunan pabrik pengolahan gabah milik Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma).

Kehadiran pabrik ini diharapkan mampu mengubah pola lama, di mana hasil panen petani tidak lagi dijual dalam bentuk mentah ke luar daerah, melainkan diolah terlebih dahulu untuk meningkatkan nilai jual dan pendapatan desa.

Upaya peningkatan produksi juga diperkuat melalui program cetak sawah baru yang bekerja sama dengan pemerintah pusat.

Wilayah seperti Mahalona dan Angkona menjadi fokus pengembangan lahan produktif, dengan harapan mampu meningkatkan kapasitas produksi pangan daerah.

Pemerintah daerah pun memastikan bahwa pengembangan lahan tersebut benar-benar tepat sasaran, dengan mempertimbangkan kesiapan lahan dan sistem pengairan yang memadai.

Selain pembangunan fisik, penguatan sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Ratusan penyuluh pertanian telah diberdayakan untuk mendampingi petani dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong diversifikasi komoditas. Tidak hanya padi, pengembangan sektor pertanian juga mencakup komoditas hortikultura seperti semangka dan melon, serta peternakan ayam petelur.

Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, pemerintah daerah juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dalam penyediaan pupuk.

Tambahan alokasi pupuk diharapkan dapat menjawab kebutuhan petani, sekaligus mengatasi persoalan kelangkaan yang kerap terjadi saat musim tanam.

Melalui kombinasi modernisasi alat, penguatan infrastruktur pengolahan, serta pemberdayaan petani, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menargetkan sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi daerah yang mandiri dan berkelanjutan. (*)