Di sejumlah titik pengungsian, TNI telah mendirikan dapur umum lapangan, membagikan logistik, serta membantu mendirikan tenda darurat bagi warga yang rumahnya terendam atau rusak berat.

Selain itu, tim kesehatan TNI dikerahkan memberikan pelayanan medis bagi warga yang mengalami luka, penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan, hingga trauma pascabencana.

Prajurit di wilayah-wilayah rawan juga melaksanakan patroli sungai dan pemantauan debit air untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

TNI bersama BPBD dan pemerintah daerah terus berkoordinasi melakukan pendataan kerusakan serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

Di Kabupaten Bener Meriah, banjir bandang dan longsor menerjang sepuluh kecamatan dan mengakibatkan satu warga hilang terseret arus.

Prajurit TNI bersama tim gabungan masih melakukan penyisiran sepanjang aliran sungai dan daerah rawan. Di Aceh Besar, banjir merendam 23 kecamatan dengan ketinggian mencapai 50 cm, memaksa puluhan kepala keluarga mengungsi.

Prajurit Kodim Aceh Besar memperkuat upaya evakuasi serta membantu dapur lapangan yang melayani kebutuhan pengungsi.

Di Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen, lebih dari sembilan ribu kepala keluarga terdampak banjir dengan kondisi air yang belum surut.

Prajurit Koramil dan Kodim setempat membantu proses evakuasi, penyelamatan barang berharga warga, dan menyalurkan air bersih bagi masyarakat.