Rastranews.id, Maros – Operasi pencarian pesawat yang sebelumnya dilaporkan mengalami hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan membuahkan hasil awal.

Tim SAR gabungan menemukan sejumlah serpihan besar badan pesawat yang diduga kuat berkaitan dengan insiden yang terjadi pada Sabtu (17/1/2026) tersebut.

Berdasarkan laporan pergerakan unsur SAR di lapangan, pada pukul 07.46 Wita tim menemukan serpihan berupa potongan kecil jendela pesawat di koordinat 04°55’48” LS – 119°44’52” BT.

Tiga menit kemudian, tepatnya pukul 07.49 Wita, ditemukan bagian badan pesawat dengan ukuran lebih besar.

Temuan terus bertambah. Pada pukul 07.52 Wita, tim memperoleh informasi bahwa bagian puntak pesawat telah terbuka.

Selain itu, bagian ekor pesawat juga ditemukan di sisi selatan lereng bawah lokasi kejadian.

Menyikapi perkembangan tersebut, pergerakan unsur SAR disesuaikan, termasuk pergeseran Search and Rescue Unit (SRU) ke titik-titik yang dianggap prioritas.

Pemantauan udara turut memperkuat temuan di darat. Pada pukul 08.02 Wita, SRU aju kembali mengidentifikasi serpihan berukuran besar melalui pengamatan dari udara menggunakan Helikopter Caracal.

Selanjutnya, pada pukul 08.11 Wita, tim aju melaporkan kebutuhan tambahan berupa perlengkapan mountaineering atau climbing untuk menjangkau area dengan medan yang curam.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, menegaskan bahwa temuan serpihan tersebut menjadi titik terang dalam operasi pencarian.

“Penemuan serpihan pesawat ini menjadi clue penting dalam mempersempit area pencarian. Tim SAR gabungan saat ini fokus pada pengamanan lokasi, pendataan temuan, serta penyesuaian taktik operasi sesuai dengan kondisi medan di lapangan,” ujar Arif.

Ia juga menekankan bahwa karakteristik medan di lokasi penemuan cukup ekstrem sehingga membutuhkan dukungan peralatan khusus.

“Beberapa titik berada di area lereng dan membutuhkan peralatan mountaineering. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama kami dalam menjalankan operasi ini,” tegasnya.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas Makassar, TNI, Polri, AirNav, Paskhas, serta masyarakat setempat.

Hingga kini, proses pencarian masih terus berlangsung dan informasi terbaru akan disampaikan secara resmi sesuai hasil operasi di lapangan. (MU)