“Yang sering tidak terlihat itu beban mental tim medis. Kadang yang paling dibutuhkan warga adalah ada orang yang mau mendengar cerita mereka, bukan cuma memberi obat,” ucapnya.
Dari perspektif kesehatan masyarakat, ia menilai fase pasca-evakuasi justru lebih berbahaya.
Penyakit berbasis air, ISPA, infeksi kulit, hingga pneumonia anak dapat meningkat cepat jika sanitasi tidak membaik.
“Lima hari itu singkat, tetapi padat makna. Harapan kami, setelah berita berlalu, orang tetap ingat bahwa warga di sini butuh lebih dari sekadar bantuan hari ini,” ujarnya.
Pengalaman tim medis Sulsel di Aceh menunjukkan bahwa bencana Pidie Jaya bukan hanya darurat kesehatan, tetapi juga seruan untuk memperkuat kebijakan adaptasi iklim dan pemulihan jangka panjang.

Termasuk negara hadir melalui tenaga kesehatan yang bergerak cepat dan meninggalkan dampak nyata bagi warga yang paling membutuhkan. (MA)

