Rastranews.id, Makassar – Seorang remaja di Makassar menjadi korban kebrutalan geng motor saat melintas di Jalan Sultan Alauddin Lorong 2D, Kecamatan Tamalate, Sabtu (10/1/2026), dini hari.

‎‎Korban merupakan AD (16) pelajar SMA kelas I yang sebelum kejadian tengah berboncengan bersama dua orang temannya.

‎‎Salah seorang teman AD berinisial AAF (15) mengungkapkan, awalnya mereka bertiga hendak mencari makan pada sekira pukul 03:30 Wita.

‎Namun di tengah perjalanan, mereka berpapasan dengan seorang pengendara motor yang telah lebih dulu dikejar oleh geng motor.

‎”Baru ini saya pas mau keluar dari itu lorong. Terus tiba-tiba itu geng motor langsung masuk di lorong,” ungkapnya saat diwawancarai, Sabtu (10/1/2026).

‎‎Ia mengaku sempat ditanyai oleh kawanan geng motor tersebut. Sementara seorang temannya yang lain sudah kabur ke dalam lorong.

‎”Saya bertiga sama temanku, temanku satu lari ke belakang, ke lorong-lorong. Saya sama temanku yang kena busur masih di situ,” ucapnya.

‎Setelah itu, ia bersama AD pun langsung dikeroyok oleh kawanan geng motor yang perkiraannya berjumlah 30 orang lebih.

‎”Sudah itu pergi mi. Temanku bilang, ‘kena ka busur, bawa ka dulu’,” katanya menirukan AD yang saat itu sudah terkena anak panah.

‎Warga sekitar pun langsung membawa AD yang terkena busur ke RS Bhayangkara Makassar.

‎”Saya tidak kenapa-kenapa ji, tapi yang kurasa itu dilepaskan juga satu (anak panah). Tapi saya lompat jadi tidak kena kakiku,” terangnya.

‎”Sekitar 20 motor, kalau orang ada mungkin 30 lebih. Iye (baku bonceng-bonceng) ramai sekali,” lanjut pelajar SMA itu.

‎Diketahui imbas dari penyerangan ini, korban AD harus mengalami luka serius pada bagian perut akibat tertancap anak panah. (MU)