RastraNews.id, Luwu Timur – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Lutim periode 2026–2031. Seiring terpilihnya sebagai nahkoda baru organisasi kemanusiaan tersebut, ia langsung dihadapkan pada target mempercepat operasional Unit Transfusi Darah (UTD) PMI yang hingga kini masih dalam proses perizinan.

Irwan ditetapkan sebagai ketua dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) PMI Luwu Timur yang berlangsung di Ruang Rapat Wisma Golden, Malili, Jumat (3/7/2026). Keputusan aklamasi tersebut menjadi bentuk kepercayaan penuh peserta Muskab kepada Irwan untuk memimpin PMI selama lima tahun ke depan.

Usai terpilih, Irwan menyatakan amanah tersebut akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia berkomitmen memperkuat peran PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang semakin profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kepercayaan ini merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. PMI harus semakin kuat, profesional, dan mampu menjawab berbagai tantangan kemanusiaan, mulai dari pelayanan donor darah, penanggulangan bencana, hingga peningkatan kapasitas relawan,” ujar Irwan.

Ia juga menegaskan pentingnya membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat agar berbagai program kemanusiaan dapat berjalan lebih optimal.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Pengurus PMI Provinsi Sulawesi Selatan berharap kepemimpinan baru segera menuntaskan salah satu agenda prioritas, yakni penyelesaian proses perizinan Unit Transfusi Darah PMI Kabupaten Luwu Timur.

Perwakilan Pengurus PMI Sulsel, Kahar Gani, mengatakan kebutuhan darah di Luwu Timur terus meningkat sehingga keberadaan UTD dinilai mendesak untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat.

“Harapan kami, kepengurusan yang baru dapat segera menuntaskan seluruh persyaratan perizinan Unit Transfusi Darah sehingga dapat segera beroperasi. Kebutuhan darah di Luwu Timur terus meningkat sehingga kehadiran UTD menjadi kebutuhan yang sangat mendesak untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat,” kata Kahar.

Menurutnya, selain mempercepat operasional UTD, kepengurusan baru juga diharapkan segera melakukan konsolidasi organisasi agar berbagai program kemanusiaan PMI dapat berjalan lebih efektif.

Muskab PMI Luwu Timur sendiri merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat kabupaten yang membahas evaluasi program kerja sekaligus menyusun arah kebijakan lima tahun ke depan. Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPRD Luwu Timur Muhammad Nur dan Alamsyah, Wakapolres Luwu Timur Kompol Hajriadi, Ketua Pengurus PMI Luwu Timur Madras, jajaran kepala OPD, pengurus PMI, relawan, dan peserta Muskab.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemasangan pin dan rompi PMI kepada Irwan Bachri Syam oleh Kahar Gani sebagai simbol dimulainya kepemimpinan baru PMI Kabupaten Luwu Timur periode 2026–2031, yang diharapkan mampu memperkuat pelayanan donor darah, penanggulangan bencana, serta meningkatkan kapasitas relawan di daerah. (*)