RastraNews.id, Jailolo — Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan mewarnai pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) III Fatayat NU Kabupaten Halmahera Barat, Jumat (13/2/2026).
Dalam forum tertinggi organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama tingkat cabang tersebut, Namsa Umar, resmi ditetapkan sebagai Ketua PC Fatayat NU Halmahera Barat periode 2026–2030 secara aklamasi.
Penetapan melalui mekanisme aklamasi menjadi simbol kuatnya soliditas kader serta kesepahaman bersama untuk melanjutkan estafet perjuangan organisasi.
Momentum ini menegaskan Fatayat NU Halmahera Barat berada dalam barisan yang kompak dan siap menghadapi tantangan zaman di bawah kepemimpinan baru.
Konfercab III turut dihadiri berbagai unsur organisasi dan tokoh daerah, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Barat, IKA PMII, jajaran Nahdlatul Ulama Halmahera Barat, serta badan otonom NU seperti PMII, GP Ansor, dan Muslimat NU.

Kehadiran lintas elemen tersebut menunjukkan kuatnya sinergi dan dukungan terhadap keberlanjutan gerakan Fatayat NU di Halmahera Barat.
Saat dikonfirmasi, Ketua terpilih Sahabati Namsa Umar menegaskan komitmennya untuk memperkuat kaderisasi, meningkatkan kualitas program pemberdayaan perempuan, serta memperluas peran Fatayat NU di bidang pendidikan dan dakwah.
Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah sekaligus memperkuat moderasi beragama di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
“Fatayat NU harus menjadi ruang tumbuh bagi perempuan muda yang berilmu, berdaya, dan berakhlak. Kita akan melanjutkan perjuangan dengan semangat kolaborasi dan pengabdian,” ujarnya.
Periode kepengurusan 2026–2030 diharapkan menjadi fase penguatan organisasi yang lebih progresif, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dengan kepemimpinan baru, Fatayat NU Halmahera Barat diharapkan semakin hadir di tengah masyarakat melalui kontribusi nyata dalam pemberdayaan perempuan, pembinaan generasi muda, serta penguatan nilai-nilai keagamaan yang sejuk dan moderat.
Aklamasi ini bukan sekadar proses formal organisasi, melainkan cerminan kepercayaan dan harapan besar kader kepada sosok pemimpin yang siap membawa Fatayat NU Halbar melangkah lebih maju dalam pengabdian untuk umat dan daerah. (rls/mu)

