Rastranews.id, Makassar — Aksi penganiayaan menggunakan senjata tajam yang dilakukan sekelompok pemuda di sebuah toko kelontong di Jalan Pongtiku, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, viral di media sosial.

Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, terlihat seorang pria berpakaian putih dan mengenakan masker berlari masuk ke dalam toko kelontong untuk bersembunyi. Saat itu, toko sedang dijaga oleh seorang perempuan. Peristiwa tersebut terjadi, pada Rabu (15/4/2026) sekira pukul 03.00 WITA.

Tak lama kemudian, sekelompok pria lainnya datang dan langsung masuk ke dalam toko, diduga untuk mengejar pria tersebut. Salah satu pelaku terlihat membawa busur panah dan sempat melakukan pengancaman dengan menarik busurnya.

Beberapa saat kemudian, para pelaku keluar dari toko dengan menyeret pria berbaju putih yang diduga menjadi korban pembusuran dan penikaman.

Saksi mata sekaligus pemilik toko, Nurul (25), mengatakan kejadian berlangsung cepat saat dirinya bersama sang kakak sedang berjaga.

“Sekitar jam 3 dini hari, saya sementara jaga. Tiba-tiba ada anak-anak lari masuk, selisih satu menit baru datang yang mengejar,” ujarnya saat ditemui, Rabu sore (15/4/2026).

Ia mengaku panik dan tidak mengetahui secara pasti kedatangan kelompok tersebut, termasuk apakah mereka menggunakan kendaraan atau tidak.

Menurutnya, kelompok yang mengejar membawa senjata tajam seperti parang dan busur. Ia memperkirakan jumlah pelaku sekitar empat orang yang berada di luar toko.

“Yang pertama lari masuk itu yang dikejar, karena dia sembunyi. Yang mengejar bawa parang sama busur,” jelasnya.

Nurul juga menyebut tidak mengetahui kejadian lanjutan setelah korban dibawa keluar dari tokonya, karena takut untuk keluar.

“Dia ditarik keluar, tapi saya tidak lihat bagaimana di luar,” katanya.

Dalam insiden tersebut, tidak ada barang di toko yang hilang. Nurul menduga para pelaku hanya mengejar korban yang masuk ke tokonya untuk bersembunyi.

Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin, mengatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Hingga kini belum ada laporan resmi dari korban.

“Peristiwa yang viral itu masih kami dalami, termasuk apakah pelakunya terkait geng motor atau tawuran. Saat ini baru berdasarkan rekaman CCTV,” ujarnya.

Polisi dari Polsek Bontoala disebut masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Pihak kepolisian juga masih menelusuri kondisi korban, mengingat belum adanya laporan resmi yang masuk.

“Untuk kondisi korban masih kami cari tahu,” tutupnya.(JY)