Rastranews.id, Luwu Utara – Kabar gembira bagi masyarakat dan pelaku usaha di Luwu Utara (Lutra). Rute penerbangan Makassar-Masamba resmi menjadi salah satu dari delapan rute penerbangan bersubsidi, yang dilaunching Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Bandara Sultan Hasanuddin, Sabtu (13/9/2025).

Keberadaan rute ini dinilai sebagai angin segar yang akan memutus isolasi dan membuka aksesibilitas wilayah Lutra yang lebih luas.

Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, menyambut dengan optimis dan menyatakan, bahwa kebijakan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah, dalam menyediakan kemudahan transportasi udara dengan harga tiket yang terjangkau bagi masyarakat.

“Saya menyambut baik diaktifkannya penerbangan rute Makassar-Masamba ini. Tentunya ini akan memberikan manfaat yang sangat baik bagi kelancaran transportasi di Lutra,” kata Andi Rahim, Senin (15/9/2025).

Sebelumnya, Andi Rahim bersama sejumlah kepala daerah lainnya telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) terkait program penerbangan subsidi ini.

Penandatanganan yang disaksikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tersebut, berlangsung di Gedung Asta Cita Rujab Gubernur Sulsel, Rabu (10/9/2025) lalu.

“Kita telah menandatangani MoU, disaksikan oleh Mendagri Tito Karnavian. Peluncuran operasional penerbangannya sendiri dilakukan pada Sabtu (13/9/2025) di Bandara Sultan Hasanuddin,” jelasnya.

Lebih dari sekadar kemudahan transportasi, Bupati Andi Rahim meyakini bahwa konektivitas udara ini, akan menjadi katalisator bagi kemajuan dua sektor utama, yaitu perekonomian dan pariwisata Lutra.

Dengan waktu tempuh yang dipersingkat, arus distribusi barang, jasa, dan investasi dari dan ke Lutra diprediksi akan semakin lancar.

Selain itu, sektor pariwisata andalan seperti Danau Matano, Air Terjun Piala, dan destinasi lainya diharapkan dapat lebih banyak dikunjungi wisatawan.

“Rute Makassar-Masamba pasti akan mendorong kemajuan pariwisata dan perekonomian di Lutra. Situasi ini otomatis akan berkontribusi positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegas Andi Rahim.

Keberadaan rute subsidi ini diharapkan dapat menjadi pemantik pertumbuhan di Bumi Tompotikka, menjadikan Luwu Utara lebih terhubung dan bersaing dalam peta ekonomi dan pariwisata regional Sulawesi Selatan. (HL)