Selama menukangi PSM dari tahun 2022 hingga 2025, Tavares mencatatkan perjalanan yang terbilang sukses.
Puncaknya terjadi saat ia mempersembahkan gelar juara Liga 1 musim 2022/2023.
Menariknya, prestasi tersebut diraih dengan skuad yang didominasi pemain muda, dipadukan dengan pemain asing di bawah pimpinan gelandang flamboyan berpengalaman asal Belanda, Wiljan Pluim.
Selain menjadi kunci permainan, ia juga tampil sebagai pemimpin di lapangan.
Beberapa nama yang kemudian melejit bersama PSM di bawah arahan Tavares antara lain Ramadhan Sananta serta duo sayap kembar Yance Sayuri dan Yakob Sayuri.
Keberanian memberi menit bermain kepada pemain muda menjadi salah satu ciri khas Tavares, sesuatu yang kini dinantikan bisa diterapkan di Surabaya yang dikenal sebagai tim yang sering mengorbitkan pemain muda.
Dari sisi statistik, catatan Tavares bersama PSM cukup solid. Ia memimpin tim dalam 132 pertandingan dengan hasil 57 kemenangan, 45 kali imbang, dan 30 kekalahan.
Persentase kemenangannya mencapai 43,10 persen, angka yang menunjukkan kehebatannya meracik tim di tengah masalah finansial yang menyerang PSM Makassar.
Sementara itu, Persebaya saat ini masih tertahan di peringkat ke-9 klasemen BRI Super League hingga pekan ke-14.
Dari 14 laga, Green Force baru mengoleksi 4 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 3 kekalahan dengan total 19 poin.
Mereka mencetak 17 gol dan kebobolan 15 kali, statistik yang dinilai belum sebanding dengan kualitas skuad yang dimiliki.
Menarik ditunggu kiprah Tavares di Persebaya karena di putaran kedua Super League, PSM akan bertandang ke kandang Persebaya Surabaya.
Belum ada keterangan resmi dari Persebaya terkait durasi kontrak Bernardo Tavares. (MA)

