RastraNews.id, Maros – Proses revalidasi UNESCO Global Geopark (UGGp) Maros-Pangkep dipandang lebih dari sekadar mempertahankan green card. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menilai momentum ini menjadi kesempatan bagi pengelola untuk menyempurnakan tata kelola kawasan berdasarkan rekomendasi langsung dari asesor UNESCO.
Direktur Sumber Daya Energi, Mineral, dan Pertambangan Kementerian PPN/Bappenas, Togu Santoso Pardede, mengatakan Bappenas hadir sebagai Sekretariat Komite Nasional Geopark Indonesia yang mendampingi seluruh proses revalidasi, mulai dari penyusunan dokumen dossier, pengajuan ke UNESCO, simulasi penilaian, hingga pelaksanaan evaluasi lapangan oleh asesor.
Menurut Togu, kehadiran asesor UNESCO tidak hanya bertujuan menilai apakah Maros-Pangkep layak mempertahankan status UNESCO Global Geopark, tetapi juga memberikan berbagai masukan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan.
“Jadi, kedatangan asesor UNESCO ini bukan semata hanya untuk kita mempertahankan status UNESCO Global Geopark. Tapi lebih dari itu kita akan mendapat masukan dari beliau, rekomendasi agar pengelolaan Maros-Pangkep ini bisa lebih profesional, internasional. Itu harapan kita. Nanti kita dapat masukan sehingga Maros-Pangkep ini benar-benar tata kelolanya sangat internasional sesuai dengan Global Geopark,” ujar Togu usai Gala Dinner di Rammang-rammang, Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan, kawasan Maros-Pangkep merupakan anugerah yang diakui dunia karena memiliki kekayaan warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya yang saling terhubung dalam satu kawasan.
Sebagai contoh, Togu menyebut kawasan Bantimurung yang dinilai mampu menghadirkan tiga unsur utama geopark sekaligus, yakni geodiversity, biodiversity, dan cultural diversity.
“Maros-Pangkep bahkan seluruhnya memiliki keterkaitan geo, bio, dan culture. Itu diakui dunia. Oleh karena itu, seperti kata Bupati, ini warisan yang luar biasa dan diakui global. Ini tentu memberikan manfaat yang besar bagi generasi sekarang dan juga generasi yang akan datang,” katanya.
Selain potensi kawasan, Togu mengaku terkesan dengan tingginya komitmen pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung proses revalidasi UNESCO.
Menurutnya, mulai dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Maros dan Pangkep, organisasi perangkat daerah, akademisi, komunitas, hingga pelaku usaha menunjukkan pemahaman yang baik mengenai pentingnya geopark.
“Tentunya kami terharu dari pusat melihat seluruh komitmen dari pemerintah, dari provinsi, kabupaten, bahkan dari seluruh dinas, komunitas, semuanya terlihat di sini. Dan itu dilihat benar sama asesor. Beliau heran dari gubernur sampai bupati sampai bawah-bawah paham tentang geopark,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pemahaman, komitmen, dan kolaborasi menjadi kunci utama dalam mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep.
“Yang penting kita paham apa itu geopark dan manfaatnya. Kunci dari geopark ini adalah pemahaman, komitmen, dan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, swasta, hingga masyarakat. Mudah-mudahan komitmen dan kolaborasi yang sudah menyeluruh ini bisa terus terjaga sehingga Maros-Pangkep yang benar-benar luar biasa ini terus kita jaga bersama,” tutupnya. (*)

