RastraNews.id, Surabaya — Sorotan publik nasional kini tertuju ke Surabaya. Bukan karena sepak bola atau konser, melainkan sebuah transformasi besar dalam dunia olahraga: domino resmi naik kelas menjadi olahraga prestasi.
Momentum itu terjadi dalam Surabaya Domino Tournament 2026 yang digelar di Grand City Convention Hall pada 18–19 April 2026. Ajang ini menjadi titik balik perubahan persepsi, dari sekadar permainan santai menjadi kompetisi intelektual berlevel nasional.
Sebanyak 512 pasangan atau sekitar 1.000 pemain dari 17 provinsi ambil bagian. Angka ini menjadi bukti kuat bahwa domino kini memiliki basis kompetitif yang serius.
Turnamen ini digagas oleh Higgs Games Island bersama PB PORDI, KONI Jawa Timur, dan Pemerintah Kota Surabaya. Kolaborasi ini menandai masuknya domino ke jalur profesional.
Atmosfer pertandingan pun tak kalah intens. Setiap meja menjadi arena adu strategi, di mana pemain dituntut membaca pola, menghitung peluang, dan mengambil keputusan cepat di bawah tekanan.
Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menegaskan bahwa domino memiliki karakter yang setara dengan olahraga intelektual seperti catur dan bridge.
“Domino memerlukan kemampuan berpikir strategis yang tinggi, sama seperti olahraga intelektual lainnya,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan domino sebagai cabang olahraga baru.
Ia bahkan mendorong agar turnamen serupa digelar dengan skala lebih besar ke depan, sekaligus membuka peluang menjadikan domino sebagai bagian dari sport tourism.
Di sisi lain, PB PORDI terus berupaya menghapus stigma negatif yang selama ini melekat pada domino.
Ketua Umum PB PORDI, Andi Jamaro Dulung, menegaskan bahwa domino kini dijalankan dengan aturan ketat yang dikenal dengan prinsip 4N dan 1T: No Judi, No Alkohol, No Narkoba, No Smoking, dan Tertib Beribadah.
“Domino bukan judi, melainkan ajang silaturahim dan olahraga intelektual,” ujarnya.
Transformasi ini juga diperkuat oleh dukungan finansial besar dari Higgs Games Island yang disebut menggelontorkan dana hingga Rp10 miliar untuk pengembangan ekosistem domino nasional.
Sebagai langkah lanjutan, PB PORDI telah menyiapkan delapan seri turnamen nasional sepanjang 2026, dengan Surabaya sebagai titik awal.
Apa yang terjadi di Surabaya bukan sekadar turnamen. Ini adalah simbol perubahan besar bahwa domino kini telah bertransformasi menjadi olahraga berbasis kecerdasan, strategi, dan mental.
Dengan dukungan pemerintah, organisasi olahraga, dan sponsor besar, domino kini berada di jalur yang tepat untuk menjadi cabang olahraga prestasi baru Indonesia, bahkan berpotensi menembus panggung internasional. (*)

