MAROS, RastraNews.id – Status UNESCO Global Geopark (UGGp) Maros-Pangkep akan kembali menjalani proses revalidasi oleh tim asesor UNESCO yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli 2026.
Menjelang penilaian tersebut, pemerintah bersama pengelola geopark mulai mematangkan berbagai persiapan, termasuk pembenahan sejumlah fasilitas di kawasan yang akan dikunjungi asesor.
Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur, yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Geopark Maros-Pangkep, mengatakan koordinasi lintas instansi telah dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan revalidasi dapat terpenuhi. Salah satu fokus pembahasan adalah skema pendanaan perbaikan fasilitas.
“Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar status UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep tetap bertahan dan tidak mengalami penurunan status seperti yang terjadi di Toba,” ujar Muetazim usai rapat koordinasi di Kantor Bupati Maros, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, peluang terjadinya penurunan status memang masih ada. Namun, berdasarkan hasil evaluasi bersama pengelola, ia optimistis kondisi tersebut dapat dihindari karena sebagian besar fasilitas yang menjadi perhatian hanya membutuhkan perbaikan ringan.
Muetazim menjelaskan, salah satu pekerjaan yang menjadi prioritas adalah perbaikan akses jalan menuju kawasan Berua.
Estimasi biaya yang dibutuhkan berkisar Rp100 juta hingga Rp150 juta dan diharapkan dapat dipenuhi melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari BUMN.
“Potensi degradasi tetap ada, tetapi kami yakin bisa diantisipasi. Untuk jalan di Berua misalnya, anggaran sekitar Rp100 sampai Rp150 juta sudah cukup memadai. Pendanaannya bisa dilakukan secara bersama-sama melalui program CSR,” katanya.
Ia menambahkan, keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi membuat perbaikan yang dilakukan saat ini hanya difokuskan pada kerusakan berskala kecil.
Sementara pekerjaan yang membutuhkan biaya besar belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

