RastraNews.id, Makassar — Pemerintah Kecamatan Bontoala mulai menertibkan aktivitas pedagang kaki lima (PKL), khususnya pedagang bongkar muat dan penjual sayur mayur yang selama ini menggunakan badan jalan dan trotoar di sekitar Pasar Kalimbu, Jalan Veteran Utara.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan agar lebih tertib, aman, dan nyaman tanpa mematikan aktivitas ekonomi masyarakat.
Camat Bontoala, Patahulla, mengatakan proses penataan dilakukan melalui pendekatan persuasif dan humanis dengan mengedepankan dialog serta sosialisasi kepada para pedagang.
“Untuk para pedagang bongkar muat di sepanjang Jalan Veteran Utara itu, kita awasi lewat penertiban. Dan proses ini tentu sudah melalui tahapan sosialisasi,” ujar Patahulla, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, seluruh aktivitas bongkar muat dan penjualan di kawasan Pasar Kalimbu kini diwajibkan pindah ke Terminal Mallengkeri, Kecamatan Tamalate.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi di Balai Kota Makassar terkait penataan PKL di kawasan Pasar Kalimbu.
Pemerintah sebelumnya telah memberikan surat pemberitahuan sekaligus tenggat waktu hingga 20 Mei 2026 agar para pedagang membongkar sendiri lapak dan mengosongkan lokasi di sepanjang Jalan Veteran Utara.
“Mulai malam ini tidak ada lagi aktivitas bongkar muat dan penjualan di sepanjang Jalan Veteran Utara. Semua sudah dialihkan ke Mallengkeri,” tegasnya.
Selama ini, aktivitas pasar tumpah di kawasan tersebut berlangsung sejak malam hingga pagi hari dan kerap memicu kemacetan serta mengganggu pengguna jalan.
Patahulla menegaskan, apabila masih ditemukan aktivitas jual beli di lokasi lama setelah batas waktu berakhir, tim terpadu akan melakukan penertiban sesuai aturan.
“Kalau nanti tim turun dan masih ada yang didapat, mobilnya akan digembok oleh Dishub dan dilakukan tilang,” katanya.
Meski demikian, pemerintah memastikan relokasi tetap dilakukan dengan pendekatan persuasif.
Menurut Patahulla, fasilitas di Terminal Mallengkeri kini telah dibenahi mulai dari pengaspalan area, penerangan, hingga fasilitas pendukung lainnya sehingga dinilai siap menampung seluruh pedagang.
“Sekarang fasilitasnya sudah siap, sehingga diharapkan semua pelaku usaha bongkar muat kembali lagi ke Terminal Mallengkeri dan berjualan secara gratis di fasilitas Pemerintah Kota,” ujarnya.
Berdasarkan data PD Terminal Makassar Metro, sekitar 140 pedagang telah mendaftarkan diri untuk menempati lapak di Terminal Mallengkeri.
Pada tahap awal relokasi, pedagang juga dipastikan belum dibebankan biaya sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap proses adaptasi di lokasi baru.
Selain itu, terminal dinilai masih mampu menampung seluruh aktivitas bongkar muat yang sebelumnya berada di Jalan Veteran Utara, termasuk sekitar 300 kendaraan yang selama ini beroperasi di kawasan tersebut. (*)

