RastraNews.id, Sigi – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bergerak cepat memastikan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, tetap terpenuhi.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut instruksi langsung Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, setelah menerima laporan bahwa sejumlah sumber air masyarakat tertutup material longsor akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah tersebut.

Saat meninjau lokasi terdampak beberapa waktu lalu, Gubernur menemukan persoalan ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak yang dihadapi masyarakat, selain tenda darurat dan layanan kesehatan.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Provinsi Sulawesi Tengah segera melakukan koordinasi dengan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tengah Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat penanganan di lapangan.

Kepala Dinas Cikasda Sulteng, Andi Ruly Djanggola, mengatakan penyediaan air bersih menjadi prioritas utama selama masa tanggap darurat bencana.

“Sesuai arahan Bapak Gubernur Anwar Hafid, kami bergerak cepat memastikan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak gempa dapat terpenuhi. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus tersedia selama masa tanggap darurat,” kata Ruly, Rabu (17/6/2026).

Sebagai bentuk dukungan penanganan darurat, Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Tengah mengirimkan satu unit mobil tangki air dan dua unit hidran umum untuk melayani kebutuhan warga di lokasi terdampak.

Dua hidran umum tersebut akan ditempatkan di Desa Kamarora A dan Desa Kamarora B, dua wilayah yang mengalami dampak cukup signifikan akibat gempa.

Menurut Ruly, bantuan tersebut diharapkan mampu menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat hingga kondisi sumber air yang terdampak longsor kembali normal.

“Atas instruksi Bapak Gubernur, Dinas Cikasda langsung berkoordinasi dengan Balai Cipta Karya Kementerian PU sehingga bantuan satu unit mobil tangki air dan dua unit hidran umum dapat segera ditempatkan di Desa Kamarora A dan Kamarora B,” ujarnya.

Selain menyalurkan bantuan darurat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi lapangan guna memastikan distribusi air bersih berjalan lancar dan tepat sasaran.

Pemerintah menegaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana menjadi prioritas utama selama masa tanggap darurat. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemprov Sulteng untuk hadir di tengah masyarakat dan memastikan proses penanganan serta pemulihan pascagempa dapat berjalan cepat dan efektif.

Dengan dukungan berbagai pihak, pemerintah berharap kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi sehingga masyarakat terdampak tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik selama proses pemulihan berlangsung.