Rastranews.id, Palu — Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido menggelar Tasyakuran Satu Tahun Sulteng BERANI yang dirangkaikan dengan dzikir, doa bersama, dan buka puasa bersama ribuan warga di pelataran Masjid Raya Baitul Khairaat, Minggu (22/2/2026).

Momentum tersebut menjadi ajang refleksi atas satu tahun pemerintahan Anwar–Reny sekaligus pelepasan resmi Tim Safari Ramadan Pemprov Sulteng 2026 yang akan menyosialisasikan program prioritas ke seluruh kabupaten/kota.

Dalam sambutannya, Anwar menegaskan sembilan program prioritas “BERANI” merupakan komitmen utama pemerintahannya untuk menekan beban hidup masyarakat dan mempercepat kemajuan daerah.

“Kalau 9 BERANI ini tercapai, insya Allah Sulawesi Tengah semakin maju. Program ini dirancang agar benar-benar berdampak dan mengurangi beban rakyat,” tegasnya di hadapan ribuan jamaah.

IPM dan Ekonomi Diklaim Positif

Memasuki satu tahun kepemimpinan, Pemprov mengklaim sejumlah indikator makro menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Tengah pada 2025 disebut mengalami kenaikan, sementara pertumbuhan ekonomi tetap berada di posisi kedua tertinggi se-Sulawesi.

“Ini baru satu tahun. Pondasi sudah kita bangun dan akan kita perkuat agar hasilnya semakin nyata dirasakan masyarakat,” ujar Anwar.

Di sektor pendidikan, program BERANI Cerdas kembali membuka pendaftaran bantuan pada April 2026. Pemprov telah bekerja sama dengan sekitar 400 perguruan tinggi di Indonesia dengan skema pembayaran UKT langsung ke kampus penerima.

Sementara melalui BERANI Sehat, warga tetap bisa mengakses layanan kesehatan hanya dengan menunjukkan KTP. Kebijakan ini diklaim sebagai jaminan akses kesehatan bagi masyarakat yang terkendala kepesertaan JKN.

Dukung Program Nasional dan Perkuat Konektivitas

Pemprov juga menyatakan komitmen menyukseskan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, dan Sekolah Rakyat yang telah berjalan di Sulteng.

Di sektor konektivitas, pemerintah menargetkan pembukaan penerbangan internasional langsung serta pengembangan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri agar dapat menjadi embarkasi haji.

“Kita ingin Sulawesi Tengah semakin dikenal, semakin ramai dikunjungi, dan ekonominya terus tumbuh,” kata Anwar.

Reny Lamadjido menambahkan, penguatan layanan kesehatan terus didorong, termasuk peningkatan jumlah dokter spesialis dan rencana pengembangan rumah sakit pendidikan di Sulawesi Tengah.

“Kita ingin kebutuhan dokter spesialis bisa dipenuhi sendiri, sehingga masyarakat tidak perlu jauh berobat ke luar daerah,” ujarnya.

Di akhir acara, Anwar menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama satu tahun kepemimpinan dan meminta dukungan masyarakat untuk melanjutkan program pembangunan.

“Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat. Dengan semangat BERANI, Sulawesi Tengah akan semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.