Rastranews.id, Makassar – Sulawesi Selatan tahun depan mendapat tambahan kuota haji lebih dari 2.000 jemaah dibanding tahun sebelumnya.
Selain itu, Sulsel juga berpeluang menyerap kuota dari provinsi lain yang tidak terpakai, seiring adanya potensi pembatalan dan penundaan keberangkatan jemaah di sejumlah daerah.
Ketua Tim Bina Haji Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Asa Afiif, mengatakan tambahan kuota tersebut menjadi peluang besar sekaligus tantangan bagi daerah untuk memastikan seluruh kuota dapat terserap secara maksimal.
“Untuk tahun ini Sulawesi Selatan mendapatkan kuota tambahan lebih dari dua ribu jemaah dibanding tahun lalu. Ini kita optimalkan dan kita upayakan agar bisa terpenuhi seluruhnya,” ujar Asa, Rabu malam (17/12/2025).
Ia menyebutkan, selain kuota yang telah ditetapkan, Sulsel juga membuka peluang untuk menerima pengalihan kuota dari provinsi lain apabila tidak terpakai.
Kondisi tersebut berpotensi terjadi di beberapa wilayah yang terdampak bencana, seperti Sumatera Barat dan Aceh.
“Kita tahu di wilayah Sumatera Barat dan Aceh saat ini ada kondisi bencana. Ada potensi jemaah yang tidak bisa melakukan pelunasan dan memilih berangkat tahun selanjutnya,” kata Asa.
Mengantisipasi hal tersebut, Kementerian Haji dan Umrah Sulsel telah menyiapkan langkah mitigasi dengan mendorong jemaah cadangan agar lebih aktif melakukan pelunasan.
Dengan begitu, jemaah cadangan dapat segera diberangkatkan jika ada kuota tambahan maupun pengalihan dari daerah lain.
“Jemaah cadangan kita himbau untuk tetap melakukan pelunasan. Jadi ketika ada jemaah yang lunas namun batal berangkat, atau ada kuota dari provinsi lain yang dialihkan, cadangan kita sudah siap,” jelasnya.
Menurut Asa, strategi ini diharapkan tidak hanya memastikan kuota Sulsel terpenuhi, tetapi juga membuka peluang bertambahnya jumlah jemaah yang berangkat ke Tanah Suci dari daerah ini.
“Artinya, selain kuota awal 9.110 jemaah, Sulawesi Selatan masih memiliki kemungkinan menambah jumlah jemaah yang berangkat jika ada kuota nasional yang tidak terpakai,” ujarnya.
Pemerintah daerah, lanjut Asa, terus berkoordinasi dengan kabupaten dan kota untuk memastikan kesiapan administrasi jemaah, sehingga peluang penambahan kuota tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. (MA)

