RastraNews.id, Makassar — Fraksi NasDem DPRD Kota Makassar mendesak Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, untuk segera menetapkan Direktur Utama definitif pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar.

Desakan tersebut disampaikan Ketua Fraksi NasDem DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham. Menurutnya, posisi pimpinan PDAM yang hingga kini masih dijabat pelaksana tugas (Plt) sudah berlangsung lebih dari satu tahun dan perlu segera mendapatkan kepastian.

“Setahu saya izin dari Mendagri itu hanya sekitar enam bulan. Karena itu kami atas nama Fraksi NasDem meminta kepada Wali Kota untuk segera mendefinitifkan orang yang akan ditunjuk menjadi Direktur Utama PDAM,” ujarnya kepada wartawan, Senin (1/6/2026).

Ari menilai kepemimpinan definitif sangat dibutuhkan untuk menjawab berbagai persoalan pelayanan air bersih yang hingga kini masih dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah Kota Makassar.

“Kita melihat di beberapa titik di Kota Makassar masih terjadi krisis air. Ini kebutuhan paling dasar masyarakat. Karena itu pemerintah harus hadir dan memastikan pelayanan air berjalan maksimal,” katanya.

Ketua Komisi D DPRD Makassar itu menegaskan, figur yang ditunjuk sebagai Direktur Utama PDAM harus memiliki kompetensi, pengalaman, serta pemahaman yang memadai dalam mengelola perusahaan air minum.

Menurutnya, pengelolaan perusahaan daerah yang melayani kebutuhan dasar masyarakat tidak bisa dilakukan secara coba-coba tanpa didukung latar belakang dan kapasitas yang memadai.

“Menjadi pejabat di PDAM tentu harus memiliki latar belakang yang relevan, pernah mengikuti sertifikasi air, memahami manajemen perusahaan, dan memiliki pengalaman yang mendukung,” ujarnya.

“Sehingga kita tidak bisa coba-coba dalam memberikan kewenangan mengurus perusahaan daerah yang melayani kepentingan masyarakat luas,” tambahnya.

Selain itu, Ari menilai status pelaksana tugas memiliki keterbatasan kewenangan yang berpotensi menghambat pengambilan keputusan strategis dalam pengelolaan perusahaan.

Karena itu, Fraksi NasDem merekomendasikan agar Pemerintah Kota Makassar segera memilih figur yang benar-benar memahami tata kelola air bersih dan mampu menjawab berbagai tantangan pelayanan PDAM ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Ari juga menyinggung nama Hamzah Ahmad yang sebelumnya menjabat sebagai Plt Direktur Utama PDAM Makassar.

Menurutnya, Fraksi NasDem sempat memperkirakan Hamzah akan ditetapkan sebagai Direktur Utama definitif setelah masa jabatannya berakhir. Namun hingga kini posisi tersebut masih belum terisi secara definitif.

Karena itu, Fraksi NasDem meminta Wali Kota Makassar segera memberikan kejelasan terkait proses penunjukan Direktur Utama PDAM agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

“Yang paling penting adalah segera menunjuk orang yang benar-benar berkompeten untuk memimpin PDAM Makassar,” tutup Ari. (*)